Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2012

Kami tidak bodoh, tapi kalianlah yang bodoh !!!


Sedih memang jika kita melihat keadaan bangsa ini. Hari demi hari semakin sulit saja dilewati. Sudah setengah abad lebih bangsa ini diakui MERDEKA, akan tetapi sampai sekarng kemerdekaannya masih saja dipertanyaan rakyat yang tak berdosa. Sudah 2 periode pula Bapak Presiden Susilo Bambang Yudiyono menjabat menjadi penguasa tertinggi di bangsa dan negara ini, tapi belum ada hal yang nampak jelas untuk kesejahteraaan rakyat. Belum ada upaya yang konsisten untuk memajukan bangsa dan negara. Kami rakyat hanya bisa menunggu dan menunggu. Kami rakyat hanya bisa bersuara dan bersuara. Tapi ada yang perlu bapak-bapak dan ibuk-ibuk ingat, bahwasanya “kami tidak bodoh”. Kami diam bukan berarti kami takut, kami diam ingin melihat keseriusan bapak-bapak dan ibuk-ibuk yang kami pilih untuk kami. Ingatkah bapak-bapak dan ibuk-ibuk dengan janji-janji yang pernah terucap ???
Seandainya bapak-bapak dan ibuk-ibuk sadar, dan sadar diri akan seorang pemimpin yang diberi amanah. Tak mungkinlah hanya berfikir untuk diri sendiri. Contohlah kepribadian Rasulullah, jangan contoh kepribadian Abu Lahab dan Abu Jahal. Abu Lahap adalah figur pemimpin yang suka melahap habis harta dan kekayaan rakyatnya (Korupsi) dan Abu Jahal adalah figur pemimpin yang pura-pura pintar, pura-pura cerdas padahal bodoh dan maruk. Contohlah kepribadian Nabi Kita Nabi Muhammad SAW, jadikanlah suritauladan, pemimpin orang-orang Yahudi saja menjadikan akhlaq beliau suritauladan, bagaimana dengan pemimpin kita??” Ketika rakyatnya berteriak kelaparan,kemiskinan, dan kekurangan perhatian, beliau relakan kepentingan pribadi beliau untuk masyarakat yang beliau pimpin. Walaupun beliau tidak makan dan minum berpuasa olehnya.
Berfikirlah wahai bapak-bapak dan ibuk-ibuk yang katanya akan amanah akan janji terhadap kami. Jangan manfaatkan kami dengan adanya moment-moment bencana alam, kenaikan BBM, penyakit menular dan lain sebagainya. Yang kami butuh itu kepedulian secara ikhlas dan adil akan kami rakyat. Yang kami butuh itu bukan janji-janji manis, tapi aplikasi dan kenyataan akan kehidupan yang panjang ke depannya yang kami harapkan. Untuk Kita, untuk anak-anak kita dan tentunya untuk bangsa dan negara kita.
Kami tidak bodoh, kami juga tidak berpura-pura bodoh, kebodohan itu ada pada bapak-bapak dan ibuk-ibuk yang telah kami pilih. Orang bodoh adalah orang yang lupa akan janji yang pernah diucapkan, orang bodoh adalah orang yang selau hanya memikirkan perutnya sendiri. Itulah defenisi kebodohan, kejahilan dan kenistaan.Berarti “Kalianlah Yang Bodoh”. Allah berjanji akan menempatkan orang-orang yang bodoh bersama dengan bapak kebodohan yakni Abu Jahal dan balad-baladnya.
Oleh karena itu, mumpung meumpeung hari ini hari Jum’at, marilah kita bersama-sama saling mendukung, tinggalkanlah kepentingan pribadi (Politik, golongan, bisnis, tender, kekuasaan, harta, jabatan, jalan-jalan ke luar negeri, makan enak di restoran, tidur nyenyak di hotel-hotel berbintang), majukanlah kepentingan bersama untuk umat dan rakyat yang sejahtera. Siapa lagi kalau bukan kita, siapa yang akan kita tunggu. Mungkinkah itu akan baru berlaku ketika Malaikat Izroil datang menyapa, baru kita berubah ??? Jangan tiru Firaun La’natullah, Bertaubatlah bapak-bapak dan ibuk-ibuk … BERTAUBATLAH !!! ALLAHUAKBAR 3X MERDEKA !!!

Kenapa harus takut, jika kita benar !!!


Masih banyak orang-orang yang takut berbicara, takut menangis, takut berteriak, takut menulis, takut mengutip, takut dipecat, takut kalah pilih, takut … Semuanya pada takut,. Kenapa harus takut ??? Biasanya orang -orang yang takut itulah orang-orang yang merasa salah, atau benar-benar salah. Bisa jadi jalannya salah, dananya salah, bekingannya salah atau lain sebagainya. Ketika otak menerima stimulus kebenaran sesuatu, dia akan menyampaikan kepada “Qolbu” sebagai penyaring akan sesuatu. Ketika sudah qolbu yang berbicara akan sangat berbeda dengan otak. Otak berbicara bisa saja semaunya saja, tanpa ada pertimbangan, otak mengambil keputusan hanya secara logika dan kenyataan, tidak melihat seperti apa konteks sebenanrya dan apa penyebab ternyadinya.

Bagaimana dengan qolbu ? Qolbu berbeda dengan hati, memang sebahagian pakar mengatakan mereka berdekatan. Qolbu berfungsi untuk membolak-balik sesuatu yang telah disampaikan ke otak. Yang berbeda disini ketika qolbu yang berbicara pertimbangan pertimbangan hati mulai tampak, kegoisan mulai runtuh, kekeluargaan dan kebersatuanlah yang terwujud. Hal ini seharusnya yang wajib dimiliki oleh setiap pemimpin, karena pemimpin itu mempunyai tanggungan yang besar, apalagi seorang figur pemimpin negara dan bangsa.

Ketika ada suatu permasalahan cobalah dianalisi dengan ilmu dan keimanan, tidak cukup hanya dengan analisis ilmu, kalau misalnya hanya dengan analisis ilmu itu baru sampai berfikir dengan otak,belum dengan qolbu. Berfikir dengan keimanan dan pertimbagan sosial, kemasyarakatan itu adelah bagian dari berfikir dengan qolbu. Kemudian yang perlu diingat oleh seorang figur pemimpin, ungkapkanlah suatu kebenaran itu walupun pahit, akan tatapi jangan lupa mempertimbangkannya dengan segala sesuatu hal. Pertimabngan itu tercipta bukan karena hal pribadi atau golongan akan tetapi berwadahkan kemasyarakatan dan kerakyatan.

Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting