Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label mengutip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengutip. Tampilkan semua postingan

27 Maret 2012

Siapa bilang 'MENGUTIP' itu mudah ?

Ketika kita menulis, baik itu menulis tulisan  ilmiyah amaupun tulisan bebas, mengkin kita tanpa sengaja menggunakan bahasa dan pikiran orang lain. Semenjak dikelaurkannya UU mengenai data elektronik maupun non elektronik, banyak bermunculan 'PLAGIAT'. Apa itu plagiat ???banyak pakar mengartikan berbeda mengenai istilah itu, contohnya saja jika kita melihat dari segi bahasa yagn digunakan, bisa jadi banyak manusia yang terjerat degan UU ini, Memang UU ini belum terlalu tua membudaya di negara kita, masih banyak kita jumpai manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab seenak saja mengambil hak orang lain untuk dijadikiannya hak pribadinya. 

Jadi bagaimanakah solusinya yang terbaik ??? apakah kita harus selalu mengutip, kapan dunk kita bisa membuat tulisan sendiri, pemikiran sendiri atau juga kesiimpulan sendiri mengeni sesuatu hal. Mengutip itu tidak mudah lho ??? siap bilang mngutip itu mudah, jika kita ingin mengutip tulisan atau karya orang lain tentunya kita harus menyertakan sumber yang tepat dan terupdate, banyak orang mengutip dai kutipan orang lain yang ada di dalam buku yang kesekian kalinya. Ternyata hal semacam itu juga dikatakan 'PLAGIASI' lho ... yach, bisa mengarah kepada 'SEMI PLAGIASI'. Apakah dengan banyaknya benturan semcam ini akan membuat kita para oenulis menjadi berhenti menulis ??? Oh tidak, ini merupakan gerbang awal bagi setiap individu yang suka menuliskan apa saja, agar bisa memperbaiki content seluruh tulisannya, menulis itu bukanlah sesuatu yang membuat kita terkekang atau treramcam, menulis bisa menjadi sekadar bercerita kepada orang lain mengenai apa-apa yan gpernah dan terjadi dengan kita,baik itu bersifat ilmiah maupun tidak. 

Jadi kesimpulannya gimana dunk ??? Jika anda ingin menulis, ikutilah koridor-koredor atau kode etik dalam mengutip suatu sumber dengan benar, kita tidak tahu diluar sana, sudah ada beribu ttulisan mungkin yang sama denga apa-apa yang kita tulis. Minimal dengan melakukan hal semacam itu, ada rasa yakin dan percaya diri untuk tidak menjadikan karya oranglain menjadi karya kita. Akan tetapi perlu diingat, bahwasanya banayk faktor ya gharus dipelajari dan dicantumkan lagi di dalam UU mengenai hak cipta elektronik atau non elektronik ini. Hal ini bertujuan agar tidak terjadinya ketimpangan dengan proses kehidupan yang mungkin suatu hari menjadikan bangsa ini terkenal di mata dunia.

24 Maret 2012

Perbanyaklah menulis dari pada mengutip

Ada pepatah yang mengatakan "Semakin banyak membaca semakin banyak tahu, semakin banyak tahu semakin sering lupa, semakin sering lupa semakin ingin dituliskan apa yang terlupa" Pepatah itu benar dan terungkap. Menulis itu ternyata sangat menyenangkan. Dan untuk menulis sesuatu kita harus banyak tahu tentang sesuatu itu. Keingintahuan kita terhadap sesuatu akan memaksa kita untuk mencari dan terus mencari tahu informasi itu. Terserah motif yang akan didapatkan itu sebenarnya untuk apa dan untuk siapa. Yan g terpenting ketika kita ingin mencari informasi tentang sesuatu, kita menginginkannya maka kita akan dengan senangnya mencari dan terus mencari informasi mengenai hal itu dan tentunya kita harus dapatkan itu. Bila kita analogikan dengan kebiasaan menulis, seharusnya setiap hari kita bisa menuangkan ke dalam selembar kertas tulisan kita minimal satu lembar polio. Tulisan itu bisa berupa serita maupun curhatan. atau ilmu yang bermanfaat.
Menulis itu butuh keberanian dalam menyampaikan topik apa yang akan kita beritakan informasinya kepada orang lain. Banyak orang-orang sekarang yang sengaja memarakkan budaya munulis di dalam kesehariannya budaya menulis sekarang tidak seperti budaya menulis di zaman dulu tingkat kesulitannya. Di zaman dulu menulis dengan selembar kertas dan sebatang pulpen. Di zaman modrenisasi sekarang ini untuk mendapatkan atau menyebarkan secuil informasi tidak harus dengan selembar kertas lagi tapi dengan keaktifan penggunaan media yang semakin mendukung secara canggih. Setiap orang agar dapat memberikan pertanyaan dan pernyataan mengenai kehidupan yang dialaminya setiap hari. Hal ini banyak menjadikan  menulis sebenarnya bisa bercerita yang akan menjadi pemberitaan. Akan tetapi mengapa, pemahaman  paradigma kebiasaan kita lebih mengarahkan kepada banyak mengutip dari pada banyak menulis. ada pepatah lain yang mendukung teori kebiasaan , yaitu kebiasan menulis merupakan 'Alah bisa karena biasa'.
Seseorang itu akan menjadi bisa karena mereka terbiasa melakukannya, dan tidakakan pernah menjadi keterpaksaan kepada mereka untuk melakukan hal itu berulang kali. Oleh karena itu marilah bersama-sama kita galakka budaya banyak menulis dari pada banyak mengutip.
Ternyata mengutip yang benar juga tidak semudah yang kita bayangkan, mengutip yang sebenarnya itu bukan hanya sekadar copy/paste dan mencamtumkan sumber saja, akan tetapi memberikan sedikit argumen dna pernyataan mengenai topik yang kita kutip. dan di dalamnya kita memberikan sebuah sulusi yang berdampak manfaat bagi pembaca. Serta juga dapat menghindarkan kita dari panggilan "Plagiarisme".

16 Maret 2009

Membiasakan diri banyak menulis dari mengutip ...


Say no to PLAGIARISM, or say yes to MANIPULASI, itu banner yang terpampang di halaman utama webs almamater perjuangan diriku. Terbesit di dalam diri dan tergerak dengan menuliskan rangkaian kata-kata yang mungkin tak seindah di ucapkan dengan suara. Di usia yang semakin hari semakin bertambah tua, ingin rasanya mengingatkan untuk evaluasi diri dan sleuruh peserta didik sekalian. Bahwasanya menulis itu banyak sdampak positif yang dapat kita ambil dari kebiasaan budak bahasa ini. Dari sekarang kita harus membiasakan diri untuk menulis apa-apa yang ingi kita ceritakan disuatu hari nanti dan menghindari terjadinya kelupaan akan sejarah. Dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi, tiada alasan yang mendasari seseorang untuk tidak menulis dimana dan kapanpun itu. Sekarang hidup bagai di alam bawah era digitaliasi. Segala sesuatunya sudah memanfaatkan ketermanfatan sebuah teknologi. Dengan adanya era ini seharusnya menjadi batu loncatan bagi kita untuk siap menghadapi hari bahasa sebagai hari komunikasi seluruh manusia. Bersambung (tunduh)

Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting