Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diri. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2011

Deskripsi Diri dalam Sertifikasi Dosen Jangan Sekadar Copy Paste


"Lembar deskripsi diri digunakan sebagai alat bagi dosen untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan dosen atas prestasi dan kontribusinya dalam menjalankan sebagai dosen. Khususnya terkait dengan tridarma perguruan tinggi serta mengandung empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian," jelas Sugiharto seperti yang dikutip laman Unnes.

Dia melanjutkan, berbagai aspek yang berkaitan dengan keempat kompetensi tersebut dinyatakan dalam bentuk kegiatan pengajaran/pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, manajemen pendidikan, dan manajemen kemahasiswaan.

"Sertifikasi dosen 2011 ini masih menggunakan portofolio sebagai ukuran budaya akademik dan profesionalisme dosen dengan tiga instrumen, yakni penilaian persepsional, diskripsi diri, dan angka kredit," katanya.

Sementara itu, Ketua Balai Pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BPTIK) Sugiyanto mengatakan, sertifikasi ini dilakukan secara full online mulai dari pengusulan, proses pembuatan portofolio, penilaian, hingga penyelesaian akhir (mencetak sertifikat).

"Dari 20.000 peserta serdos 2011 gelombang I dari berbagai perguruan tinggi ternyata ada 4.000 lebih terdeteksi oleh sistem sebagai pelaku menyontek atau plagiasi (duplikasi diskripsi diri). Sebagai contoh Unnes ada 11 orang, UGM terdeteksi 62 0rang, Unair (15), Udayana (167), UI, ITB, UNY, USU, dan lain-lain. Ternyata yang terindikasi sebagai plagiasi itu malah dosen-dosen doktor yang senior, dosen yunior tidak ada," kata Sugiyanto.

Setelah diidentifikasi, lanjutnya, ada 4 langkah yang harus dikerjakan sebelum menentukan peserta mana yang melakukan plagiasi. Pertama, perguruan tinggi pengusul (PTU) mengklarifikasi pada peserta, diskripsi dirinya menyontek atau tidak.

"Kedua, perguruan tinggi penilai juga menyimpulkan data yang teridentifikasi mirip atau tidak, dan ditambah lagi verifikasi oleh ahli bahasa. Apabila ada dua pihak yang menyatakan plagiasi maka peserta tadi tidak lulus dan kena sanksi 2 tahun. Tetapi jika peserta tadi naik banding, malah kena sanksi 5 tahun," paparnya.

Dia menyarankan, yang penting dilakukan adalah isian data personal harus sahih dan riyat hidup hendaknya memadai, karena riwayat hidup akan ditampilkan ketika asesor menilai. Jadi kalau peserta menyusun diskripsi diri namun kegiatannya tidak ada di daftar riwayat hidup, pasti dinilai rendah.

"Diskripsi diri harus dibuat sendiri, tidak hasil orang lain baik sebagian maupun seluruhnya. Hindarilah membaca atau mengoleksi dokumen portofolio milik orang lain karena berpotensi untuk merusak deskripsi diri sendiri," katanya.

Di bawah ini saya lampirkan beberapa contoh isian dari instrumen diskripsi diri. Mudahan ke-2 contoh ini tidak dijadikan bahan copy/paste melainkan untuk pembelajaran cara dan strategi bagaimana agar pengisian deskripsi diri kita dapat berhasil lulus validasi. Selain itu juga ada beberapa file penting dalam usaha bisa lulus sertifikasi, yaitu buku-buku pedoman pengisian yang sudah ditetapkan oleh pihak yang berkepentingan seperti dikti atau universitas penyelenggara yang bersangkutan.

16 Maret 2009

Membiasakan diri banyak menulis dari mengutip ...


Say no to PLAGIARISM, or say yes to MANIPULASI, itu banner yang terpampang di halaman utama webs almamater perjuangan diriku. Terbesit di dalam diri dan tergerak dengan menuliskan rangkaian kata-kata yang mungkin tak seindah di ucapkan dengan suara. Di usia yang semakin hari semakin bertambah tua, ingin rasanya mengingatkan untuk evaluasi diri dan sleuruh peserta didik sekalian. Bahwasanya menulis itu banyak sdampak positif yang dapat kita ambil dari kebiasaan budak bahasa ini. Dari sekarang kita harus membiasakan diri untuk menulis apa-apa yang ingi kita ceritakan disuatu hari nanti dan menghindari terjadinya kelupaan akan sejarah. Dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi, tiada alasan yang mendasari seseorang untuk tidak menulis dimana dan kapanpun itu. Sekarang hidup bagai di alam bawah era digitaliasi. Segala sesuatunya sudah memanfaatkan ketermanfatan sebuah teknologi. Dengan adanya era ini seharusnya menjadi batu loncatan bagi kita untuk siap menghadapi hari bahasa sebagai hari komunikasi seluruh manusia. Bersambung (tunduh)

Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting