Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2011

Bila Suami Istri Tidak Mau Ibadah


Tidak perlu berkecil hati bila suami/istri anda tidak atau belum mau ibadah. Apalagi kalau anda mempunya keluarga yang suami dan istrinya tidak mau ibadah. Memang perasaan malu, sedih, kecewa, marah bisa saja dirasakan ketika menyadari orang terdekat yang dicintai enggan ibadah. Berhubung saya Islam, jadi ibadah yang saya maksud adalah sholat lima waktu. 
Bila menghadapi situasi yang demikian, berbesar hati merupakan sikap yang menenangkan. Mengingat kembali bahwa keimanan seseorang terjadi atas izin Tuhan.
Karena menyadari bahwa keimanan itu terjadi atas izin Tuhan, maka seseorang yang menghadapi situasi di atas, tidak akan marah atau membenci pasangannya. Ia juga tidak akan menggunakan sikap pasangannya tersebut untuk melakukan hal serupa.
Pasangan hidup adalah orang terdekat. Cara berpikir seseorang, sedikit banyak dipengaruhi oleh cara berpikir pasangannya.
Dua orang yang mengikatkan diri sehingga disebut pasangan hidup itu saling mempengaruhi dan saling dipengaruhi. Dalam beberapa hal, suami mempengaruhi istrinya. Dalam beberapa hal, suami dipengaruhi istrinya. Demikian pula sebaliknya.
Dalam konteks pasangan yang tidak menjadikan sholat sebagai kebutuhan hidupnya, katakanlah suami yang demikian, istri bisa terpengaruh untuk tidak sholat, bisa juga mempengaruhi suaminya untuk sholat. Posisi sebaliknya bisa saja terjadi.
Beberapa hal bisa dilakukan bila menghadapi situasi demikian :
1. Mengajaknya
Mengajak pasangan untuk sholat, dengan cara dan bahasa yang simpatik. Bila ajakan ditolak, tidak perlu marah atau sedih berlebihan, ingat hanya Tuhan yang bisa membolak-balik hati manusia. Manusia hanya bisa mengubah dirinya, tak bisa mengubah orang lain. Dengan mengubah dirinya, manusia sudah mengubah dunia.
2. Mengingatkannya
Di tengah suasana yang rileks, dengan sedikit humor, mengingatkan pasangan untuk sholat, betapa indahnya sholat itu. Mengatakan juga, betapa akan lebih mudah mendidik dan membiasakan anak-anak untuk sholat sejak dini bila ayah-ibunya juga sholat.
Bila pasangan tidak memberikan respon positif, datar-datar saja, cuek, atau mengatakan itu urusan pribadi masing-masing dengan Tuhan, tidak usah tersinggung. Memang benar hubungan manusia dengan Tuhan adalah sesuatu yang bersifat sangat pribadi.
Seseorang tidak bisa memaksakan “caranya ber-Tuhan” kepada orang lain, bahkan kepada orang terdekatnya sekalipun. Kalau memaksakan, dan paksaannya tidak berhasil, biasanya ujungnya adalah sakit hati.
3. Mendoakannya
Bila ajakan dan upaya mengingatkan belum mendapat sambutan baik, atau bertepuk sebelah tangan, kembalikan semuanya kepada Tuhan. Seseorang beriman atau tidak beriman adalah wewenang Tuhan untuk menjadikan manusia demikian.
Bisa jadi (misalnya) suami yang tidak beriman diadakan untuk menguji istrinya yang beriman. Kita tidak pernah tahu. Kalau beriman, tentunya orang tidak akan marah-marah ketika ajakan baiknya ditanggapi dingin-dingin saja.
Tak ada orang yang menyatakan dirinya beriman yang tak diuji. Mengingat ini kembali, membuat seseorang akan ringan hati selalu dalam menghadapi masalah apapun dalam hidup ini.

[Source http://kompasiana.com]

12 Desember 2011

Berbohong Dalam Pandangan Islam

Apakah Berbohong?
Berbohong adalah kebalikan lengkap dari kebenaran. Jadi, apa pun yang tidak benar dan sengaja dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain adalah dusta. Kebohongan, oleh karena itu, bisa apa saja lisan atau tertulis yang total atau sebagian tidak berdasar, tidak nyata, dibuat-buat, menyimpang atau berlebihan, misalnya, jika ada orang yang sengaja menyatakan bahwa tiang kaki lima adalah tiang sepuluh kaki, maka ini akan menjadi kebohongan.
Berbohong: Sebuah Penyakit Hati
Berbohong dan kepalsuan adalah masalah luas dan akar dari masalah lain yang terjadi pada tingkat individu dan masyarakat. Kebohongan adalah diucapkan dan ditulis di media dan dalam politik, dalam bisnis dan urusan pribadi, oleh Muslim dan non-Muslim, meskipun gelar, besarnya dan frekuensi dapat bervariasi.
Berbohong adalah bertentangan dengan sifat manusia dan fisiologi, dan seperti penyakit lainnya, ia memiliki tanda sendiri yang unik dan gejala. Tindakan berbohong menghasilkan konflik batin antara pusat berbagai kontrol dari otak. Yang satu saat mulai berbohong, tubuhnya mengirimkan sinyal bertentangan dengan menyebabkan otot wajah berkedut, ekspansi dan kontraksi pupil, keringat, pipi kemerahan, peningkatan berkedip mata, tremor tangan, dan peningkatan denyut jantung. Ini merupakan dasar instrumen pendeteksi kebohongan. Selain itu, gerakan sadar membuat tertentu terlihat pada mereka yang berbohong, seperti menutupi mulut konstan, menyentuh hidung, menggosok mata, menggaruk sisi leher, menggosok telinga, dll Salah satu tanda yang paling jelas adalah bahwa pembohong terus telapak tertutup dan matanya ke arah lain untuk orang yang dia berbohong, dalam upaya untuk menghindari kontak mata. Seorang pembohong menyadari sinyal tubuhnya dan menemukan berbohong lebih mudah ketika tidak ada yang bisa melihatnya, seperti ketika dia berada di telepon atau menulis.
Apa Motif dari Pembohong?
Seorang pembohong menceritakan kebohongan untuk tujuan:
a) Menyembunyikan kebenaran, karena ia mungkin takut akan kebenaran atau konsekuensi hukuman oleh hukum atau individu tertentu.
b) Kecurangan dan menipu orang lain dan menikmati penderitaan mereka, karena Iblis lakukan dengan Aadam.
c) jangka pendek keuntungan duniawi, seperti memperoleh nikmat dari orang lain atau keuntungan moneter.
Bentuk Berbohong
Bentuk terburuk dari berbohong adalah untuk melakukannya setelah Allah dan Rasul-Nya Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) yang adalah untuk atribut palsu hal kepada mereka. Allah SWT mengatakan dalam Quran (apa artinya): "Dan jika dia [yaitu, Muhammad] telah membuat sekitar Kami beberapa [palsu] perkataan, Kami akan disita oleh tangan kanan, kemudian Kami akan memotong aorta darinya" [Qur'an 69:44-46]
Dan (apa artinya): "... Dan jangan menyembunyikan kesaksian, untuk siapa pun yang menyembunyikan itu - hatinya memang berdosa ...." [Quran 2:283]
Dan (apa artinya): "Dan tidak mencampur kebenaran dengan kepalsuan atau menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahui [itu]." [Quran 02:42]
Orang-orang munafik adalah pembohong juga, karena mereka berbohong kepada diri mereka sendiri. Allah Says tentang mereka (apa artinya): ". Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah telah meningkatkan penyakit mereka, dan bagi mereka azab yang pedih karena mereka [biasa] yang digunakan untuk berbohong" [Quran 2:10] Allah juga ditujukan-Nya Rasul kita Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) Mengatakan (apa artinya): "... Allah tahu bahwa Anda Rasul-Nya, dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik adalah pembohong." [Al-Qur'an 63: 1]
Quran pada Liars
Allah Says (apa artinya): "... Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang yang merupakan pelanggar dan pembohong." [Quran 40:28]
Dan (apa artinya): "... Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk dia yang adalah pendusta dan [dikonfirmasi] kafir." [Quran 39:3]
Allah SWT juga Says (apa artinya):   "... Kutukan 'Alaihi Wassalam jika ia harus berada di antara para pendusta." [Quran 24:7]
Messenger Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) pada Berbohong dan Liars
Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) mengatakan:
"Memang, kebenaran mengarah kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga, dan orang jujur ​​terus berbicara kebenaran sampai ia menjadi orang yang paling jujur. Terletak menyebabkan kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka, dan pembohong terus berbohong sampai dia terdaftar sebagai pembohong peringkat tinggi sebelum Allah. "[Al-Bukhari]
Yoosuf Ibnu 'Abdullah mungkin Allah senang dengan dia mengatakan bahwa ia meminta Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) : "? Wahai Rasulullah Apa yang Anda pikirkan adalah hal yang paling mengerikan bagi saya!" Yoosuf mungkin Allah senang dengan dia melanjutkan: "Rasulullah memegang lidahnya dan berkata:". ini "[At-Tirmidzi]
Bahz Ibnu Hakeem meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) mengatakan: ".. Penghancuran adalah untuk orang yang mengatakan kebohongan untuk hiburan orang lain Pemusnahan adalah untuk dia" [At-Tirmidzi]
Sufyan Ibnu Usayd mungkin Allah senang dengan dia melaporkan bahwa Rasul Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) mengatakan: "Pelanggaran terbesar kepercayaan adalah bahwa Anda memberitahu hal untuk saudara Anda yang percaya itu benar, sedangkan Anda harus berbohong kepadanya." [Abu Dawud]
Apakah Dibenarkan Pernah Berbohong?
Ada sangat sedikit pembenaran untuk berbohong dalam Islam. Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) mengarahkan kami untuk mengatakan yang sebenarnya, bahkan dibawah keadaan yang paling keras penindasan. Namun, satu dapat memilih untuk tidak mengatakan kebenaran bila:

* Dia sedang ditindas dan ada bahaya nyata untuk hidup jika ia berbicara kebenaran. Syaikh As-Sa'di semoga Allah mengampuni dosa-dosanya menceritakan kisah berikut:. "Seorang raja yang kejam memerintahkan warga tak berdosa hadir di pengadilan untuk dijalankan karena kurangnya desa dari sikap Mendengar ini, penduduk desa mulai mengutuk raja dalam bahasa asalnya Raja bertanya menteri, yang mengerti. bahasa manusia, untuk memberitahunya apa yang pria itu mengatakan menteri yang bijaksana, bukan mengatakan kebenaran,. mengatakan kepada raja bahwa orang itu menyesal atas tindakannya dan memuji kebesaran-Nya dan memohon karena rahmat-Nya. raja terpengaruh dan Oleh karena itu terhindar dari kehidupan desa tidak bersalah. " Syaikh As-Sa'di disebut ini: "Sebuah kebohongan dengan kebijaksanaan."
* Untuk mempromosikan harmoni antara pasangan. Sebagai contoh, jika istri seseorang bertanya kepadanya apakah dia cantik atau jika dia mencintainya, tidak ada salahnya dalam menjawab di afirmatif, bahkan jika hal ini tidak terjadi.
* Sementara membuat perdamaian antara dua pihak bertengkar, sehingga cobaan itu tidak akan terbakar menjadi sesuatu yang lebih buruk. Mediator dalam kasus semacam itu palsu mungkin mengatakan kepada salah satu pihak yang lain berbicara sangat dari mereka.
* Untuk membuat orang-orang kafir menyadari kebenaran. Ketika Nabi Ibrahim semoga Allah meninggikan menyebutkan nya melanggar semua berhala kecuali yang terbesar dari mereka, orang-orang kafir memasuki kuil dan melihat berhala-berhala dihancurkan. Ibrahim semoga Allah meninggikan menyebutkan nya telah menempatkan kapak di tangan kepala berhala. Orang-orang kafir bertanya: "Siapa yang memecahkan tuhan-tuhan kami?" Dia semoga Allah meninggikan menyebutkan nya mengatakan: "Mintalah kepala berhala, ia telah kapak." Mereka menjawab: "Apakah kamu tidak tahu bahwa dia tidak dapat berbicara atau bertindak?" Ibrahim semoga Allah meninggikan menyebutkan nya menjawab: "Ini adalah apa yang saya telah mengatakan kepada Anda, maka sembahlah Allah bukan batu-batu yang tidak dapat membahayakan atau keuntungan Anda."
Kebajikan Mengatakan Kebenaran
Sejati diperintahkan oleh Allah sebagai bagian dari iman dan merupakan kualitas yang sangat diperlukan orang-orang percaya. Hal ini disebutkan dalam lebih dari seratus tempat di Quran. Beberapa contoh adalah ketika Allah SWT Says (apa artinya): "Allah Itu mungkin hadiah benar kebenaran mereka ..." [Quran 33:24]
"Hai orang-orang percaya Allah Ketakutan dan! Berada bersama orang-orang yang benar." [Quran 9:119]
"Hai orang-orang percaya Allah Ketakutan dan! Mengucapkan kata-kata keadilan yang tepat." [Quran 33:70]
"Pasien itu, yang benar, yang taat, mereka yang menghabiskan [di jalan Allah], dan mereka yang mencari pengampunan sebelum fajar." [Quran 03:17]
"Orang-orang percaya hanya orang-orang yang telah percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan kemudian keraguan tidak tapi berjuang dengan sifat mereka dan kehidupan mereka di jalan Allah adalah mereka yang yang benar.." [Quran 49:15]
Hal ini tidak perlu untuk menghubungkan setiap tradisi kenabian tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) sebagai seluruh hidupnya hanyalah lambang kebenaran. Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam (semoga Allah meninggikan menyebutkan nya) telah dikonfirmasi sebagai orang jujur ​​bahkan sebelum ia menjadi seorang Nabi. Selama kenabiannya, bahkan musuh-musuhnya menegaskan bahwa ia jujur ​​dan dapat dipercaya. Beberapa orang-orang kafir akan deposit barang-barang mereka dengan dia sebagai indikasi kepercayaan mereka di dalam dirinya.

11 Desember 2011

Kemunafikan Obama & Kemerdekaan Palestina


Saat ini, seluruh rakyat Palestina sedang H2C (harap-harap cemas) dengan masa depan kemerdekaan mereka. Pekan lalu, Mahmud Abbas, Presiden Palestina, telah mengajukan proposal Palestina Merdeka dalam Sidang Majelis Umum PBB (perserikatan Bangsa-bangsa) yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Dan, secara khusus Mahmud Abbas juga meyerahkan langsung dokumen tersebut kepada Sekjend PBB, Ban Ki-moon. Palestina meminta pengakuan sebagai anggota penuh di PBB di mana saat ini posisinya hanya sebagai peninjau.

Ini akan memberikan implikasi politik dan memberikan akses yang besar bagi Palestina untuk masuk dalam pengadilan internasional di mana mereka bisa mengajukan gugatan resmi terhadap penjajahan yang selama ini dilakukan oleh Israel.

Dukungan Luas

Sekjen PBB Ban Ki-moon juga menyatakan dukungan bagi Palestina yang telah lama tertunda agar mendapatkan pengakuan dari dunia internasional sebagai negara yang merdeka dan menjadi anggota PBB.

Data terakhir menunjukkan sekitar 124 negara dari 193 negara anggota PBB secara resmi mendeklarasikan pengakuan mereka terhadap negara Palestina serta menyatakan mendukung langkah Palestina untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka dan menjadi anggota penuh PBB (KNRP, 28/08/2011).

Gelombang pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka pun meningkat di Eropa. Mayoritas masyarakat di tiga negara terkuat di Eropa, yaitu Jerman, Prancis, dan Inggris menginginkan agar pemerintah mereka memilih dan mengakui negara merdeka Palestina. Hal itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh YouGov atas nama Avaaz, sebuah organisasi kampanye global (Republika, 13/9/2011).

Hasil survei itu menunjukkan bahwa 59 persen rakyat Inggris, 69 persen rakyat Prancis, dan 71 persen rakyat Jerman menginginkan agar pemerintah mereka mendukung pengesahan proposal pembentukan negara merdeka Palestina di Majelis Umum PBB.

Dalam jajak pendapat itu, dukungan atas hak Palestina untuk memiliki negara sendiri tanpa mengacu pada suara di PBB bahkan lebih tinggi, yakni 71 persen di Inggris, 82 persen di Prancis, dan 86 persen di Jerman.

Dalam peringatan 50 tahun Gerakan Non-Blok (GNB) di Bali (27/5) dan Beograde (6/9), sebanyak 118 negara anggota GNB menyatakan siap mendukung permohonan keanggotaan Palestina sebagai negara ke-194 dalam PBB sekaligus deklarasi kemerdekaan Palestina sesuai dengan perbatasan yang telah ditetapkan pada 4 Juni 1967 dan Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kotanya.

Kemunafikan Obama

Namun, harapan Palestina untuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kian sulit. Pasalnya, Amerika yang merupakan salah satu anggota tetap PBB menentang usaha Palestina tersebut. Sebagai salah satu anggota tetap PBB dan memiliki hak veto, negara "Paman Sam" bisa menolak keinginan Palestina.

Sikap AS ini disampaikan Obama dalam pidato pada sidang Majelis umum ke-66 PBB di Markas Besar PBB, New York. Obama mengatakan "komitmen Amerika bagi keamanan Israel tidak akan goyah. AS dan Israel memiliki persahabatan yang dalam dan akan terus berlanjut." Pidato Obama ini merupakan sinyal buruk bagi Palestina untuk usahanya menjadi bagian dari PBB.

Sontak, pidato itu mendapat kecaman keras dari warga Palestina. Di Ramallah, Tepi Barat warga melakukan unjuk rasa dengan menyebut “Obama munafik” dalam salah satu posternya. Sikap keras warga Ramallah ini sangat beralasan. Pasalnya ketika Obama menang menjadi Presiden Amerika, umat Islam di Timur Tengah menaruh harapan besar bahwa “bekas anak Menteng” ini dapat membawa perubahan yang signifikan dalam konflik Palestina-Israel.

Al Muzammil (Republika, 23/9/2011) mencatat, pernyataan dukungan terhadap Palestina secara gamblang pernah disampaikan Presiden AS, Barack Husein Obama, dalam pidatonya ketika mengunjungi Mesir pada 4 Juni 2009. Pidato itu tidak hanya ditujukan kepada publik Mesir, tapi juga dunia Islam. Setahun kemudian (2010), Obama kembali menyampaikan kepeduliannya terhadap kemerdekaan Palestina di hadapan Sidang Umum PBB.

Namun, beberapa hari kemudian, Obama menarik ucapannya kembali setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih. Soal perbatasan tahun 1967, Obama di depan forum lobi Yahudi di AS (AIPAC) mengklarifikasi bahwa pernyataan sebelumnya tentang perbatasan Palestina berdasarkan 1967 itu diputarbalikkan.

Obama menegaskan berdirinya negara Palestina di atas tanah tahun 1967 itu harus memperhitungkan realitas demografi baru, yakni permukiman Yahudi.

Lagi-lagi standar ganda kebijakan AS terlihat jelas sehingga dipastikan akan mempersulit perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan secara penuh dalam Sidang Umum PBB yang digelar saat ini.
Tidak Ada Demokrasi Untuk Palestina

Kemunafikan Obama, mantan anak menteng yang dielu-elukan banyak orang Indonesia, tersebut seakan meneguhkan pendapat sebagian besar kita bahwa, tidak ada dan tidak berlaku demokrasi itu untuk rakyat Palestina.

Bagi penulis, yang lebih menggelikan adalah melihat kebohongan yang tidak pernah berhenti dilakukan oleh dunia Barat terhadap Palestina. Negara yang tidak pernah dianggap sebagai Negara yang merdeka oleh dunia Barat. Demikian tegas Chairul Fahmi, Peneliti pada The Aceh Institute, dalam "Kebohongan Demokrasi" (Serambi Indonesia, 28/9/2011).

Tahun 2006, Fraksi Hamas memenangkan Pemilu Parlemen, dan memilih Ismail Haniyeh sebagai Perdana Menteri. Proses Pemilu yang independen, jujur, dan transparan serta dipantau oleh Badan Pemantauan Pemilu dari Uni Eropa. Namun kemudian hasil pemilu ini tidak diakuai oleh Dunia Barat.

Sebaliknya, Hamas dianggap sebagai lembaga teroris, dan harus diperangi. Ironis, karena bukankah rakyat memilih Hamas? Dipilih oleh pemilik kedaulatan? Lantas, Israel dibiarkan untuk membunuh rakyat Palestina yang tak berdosa. Rakyat yang telah menjalankan konsep "demokrasi".

Bukankah sebenarnya Amerika yang mempromosikan demokrasi, perlindungan terhadap hak asasi manusia, perlindungan terhadap hak-hak dasar setiap warga, hak-hak politik, sosial dan ekonomi? Lantas, kenapa hal ini tidak terjadi di Palestina. Kenapa Amerika Serikat bahkan membenarkan pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan oleh Zionis Israel?

Palestina adalah sebuah bangsa yang mulia, Negara dan bangsa tempat lahirnya para Nabi. Palestina sedang berjuang mendapatkan hak-nya sebagai Negara berdaulat dan merdeka, baik secara diplomasi di dewan PBB maupun dengan cara mempertahankan diri dari agresi.

Namun, sejarah dunia yang mengatasnamakan demokrasi tetap tidak mendukung lahirnya "demokrasi" di tanah al-Aqsa ini. Amerika Serikat mengancam akan mem-veto keinginan tersebut. Amerika Serikat akan selalu melindungi keinginan dan kepentingan Zionis Israel, karena Isreal adalah Amerika, dan Amerika adalah Isreal.

Demokrasi telah mati, seiring dengan kematian sang penemu demokrasi. Setidaknya kita tidak akan dapat merasakan damainya dunia ini, selama atas nama "demokrasi" menjadi pembenaran dalam sebuah kekerasan dan peperangan. Juga ketika paham demokrasi hanya dijadikan sebagai media dalam membangun "tirani" kekuasan untuk menguasai bangsa lain dengan cara tak bermartabat dan tak manusiawi.

Kita berharap Pemerintahan Obama tidak akan memveto pengakuan kemerdekaan dan keanggotaan penuh Palestina di PBB. Karena sesungguhnya daya tarik Obama ketika terpilih menjadi Presiden AS adalah saat kritik terhadap kebijakan Bush yang militeristik dan tidak ramah pada Dunia Islam.

Jadi, masyarakat dan negara dunia berharap perbedaan karakter Obama dan Bush diperlihatkan dalam posisinya terhadap Palestina.

Sebagai penutup, bagi Indonesia, memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina merupakan amanat konstitusi UUD 1945. Peran Indonesia dalam masalah domestik Palestina adalah dengan menjadi mediator dalam perundingan antara faksi Hamas dan faksi Fatah.

Indonesia perlu mendorong semua pihak di Palestina untuk mendukung dilakukannya pemilu yang jujur sebagai mekanisme seleksi kepemimpinan yang sehat di Palestina. Siapa pun yang akan memimpin Palestina harus mendapatkan mandatnya dari rakyat Palestina, bukan dari pihak luar Palestina.

[Penulis adalah Ahmad Arif : peminat kajian social keagamaan]

2 Cara Efektif & Efisien Bahagia di Dunia & Akhirat

 
"Alkisah, ada seorang pencuri kerudung di sebuah swalayan di kota Surabaya. Sang pencuri akhirnya tertangkap Satpam dan digebuki massa beramai-ramai. Namun betapa mengagetkan, tatkala dalam penjelasannya, ia mengatakan, terpaksa melakukan karena ingin melihat dua putrinya bahagian di saat Hari Raya Idul Fitri. Ia mengaku tak ingin menanggung malu jika pulang tanpa membelikan baju baru di bulan Suci itu"

Apapun profesi dan status sosial seseorang, mereka semua merindukan kehidupan yang berbahagia di dunia ini dan berlanjut pada kehidupan nanti. Kehidupan dengan keadaan dan sistem waktu lain yang pasti terjadi.

Sekalipun dia seorang penjahat, dia tidak ingin anak keturunannya mewarisi perbuatannya. Itu berarti fitrah manusia, senang kepada kebaikan yang dikenali hati (al-Ma’ruf) dan benci kepada kejahatan yang diingkari hati (al-Munkar). Ia berharap bahagia di dunia dan selamat di akhirat. Karena dipaksa oleh keadaan tertentu, ia berbuat jahat. Itupun demi kebahagiaan orang-orang terdekatnya. Sekalipun ia merasa ada gugatan batin (nafsu lawwamah) atas perbuatannya.

Ada sebagian orang yang berpandangan, manusia hidup dunia ini akan berbahagia manakala semua kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi. Mulailah orang mendaftar kebutuhan-kebutuhan lahir dan batin tersebut. Kebutuhan jasmani : makan dan minum dengan kenyang, pakaian yang cukup, hidup enak, tidur nyenyak, tempat tinggal yang layak, kebutuhan seksual dan kesehatan. Kebutuhan rohani : kasih sayang, rasa aman, harga diri, kebebasan, keberhasilan, rasa ingin tahu terpuaskan.

Doa sapu jagat (memuat cakupan yang luas) yang sering menjadi doa banyak orang adalah mendambakan sukses di dunia dan akhirat.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al-Baqarah (2) : 201).

Doa diatas menghimpun segala kebaikan/kenikmatan dunia dan menjauhkan segala kerumitannya. Karena kebaikan itu mencakup segala permintaan di dunia, seperti kesehatan, rumah yang luas, kendaraan, istri shalihah, rezeki, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, perjalanan yang mudah, pujian dan reputasi yang baik.

Sedangkan kebaikan di akhirat, lebih tinggi dari itu. Misalnya, masuk surga beserta implikasinya berupa keselamatan dari ketakutan yang sangat hebat dan kemudahan hisab. Adapun keselamatan dari neraka menuntut kelancaran dari berbagai sarananya ketika di dunia ini, seperti menjauhi berbagai perkara yang diharamkan, dosa, perkara syahwat dan syubhat dan haram.

Al-Qasim Abu Abdurrahman berkata, Barangsiapa yang dianugerahi hati yang selalu bersyukur (qalban syakiran), lisan yang senantiasa menyebut nama Allah SWT (lisanan dzakiran) , dan diri yang sabar (nafsan shabiran), berarti ia diberi kebaikan dunia dan akhirat serta dipelihara dari neraka. Oleh karena itu, terdapat sunnah yang mendorong pengamalan doa diatas.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas, Sesungguhnya Rasulullah saw menengok seorang muslim yang telah menjadi seperti anak burung karena kemahnya. Rasulullah saw berkata kepadanya, “Apakah kamu memohon sesuatu kepada Allah atau meminta sesuatu kepada-Nya ? Orang itu menjawab, Ya, Aku berdoa, Ya Allah, perkara yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat itu timpakanlah kepadaku di dunia. Maka Rasulullah saw bersabda, Mahasuci Allah. Engkau tak kuat menerimanya. Mengapa kamu tidak berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka ?. Anas berkata, Kemudian dia mengucapkannya, dan Allah menyembuhkannya.” (HR. Muslim).

Demikian pentingnya kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat, dalam posisi bagaimanapun, status sosial apapun, seseorang dalam kehidupannya berusaha semaksimal mungkin, pantang menyerah dan tidak kenal lelah menciptakan kondisi yang mendukung terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Persoalannya, pernahkah manusia dalam kehidupannya merasakan keadaan yang bisa memenuhi kebutuhannya secara utuh, terus-menerus dan permanen ?. Jawabannya : jelas tidak mungkin. Kondisi di dunia ini fluktuatif dan dinamis, selalu berubah-ubah. Peristiwa demi peristiwa datang silih berganti. Kehidupan ini selalu dipergilirkan dan dipergulirkan oleh yang memberi karunia kehidupan. Kata orang, dunia ini selalu berputar bagaikan roda pedati.

Seseorang yang menghendaki sukses yang membahagiakan, dan bisa mempertahankannya, bukan menciptakan kondisi eksternal di luar dirinya, tetapi yang terpenting adalah menciptakan kondisi rohaninya yang membuatnya selalu sukses dan bahagia dalam kondisi yang bagaimanapun. Ternyata, kebahagiaan itu bukan berbentuk barang yang dicari di tempat tertentu. Tetapi, ketentraman itu bersumber dari internal dirinya. Dengan meyakini dan mengamalkan ajaran Islam, dapat menciptakan rohani yang diperlukan agar memiliki spirit yang sama dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Diantaranya Istighfar (memohon kepada Allah SWT agar semakin hari ditutupi kelemahan dan kekurangan dirinya) dan Taubat (kembali kepada jalan-Nya).
وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling (tidak beristighfar dan bertaubat), maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (QS. Hud (11) : 3).

-Istighfar
Cara lain mencari selama adalah istighfar. Istighfar artinya memohon kepada Allah SWT agar kelemahan dan sisi gelap serta bau tidak sedap kita ditutupi oleh-Nya. Anjuran memperbanyak beristighfar sesungguhnya mengajarkan kepada kita agar setiap saat terjadi peningkatan kualitas diri kita. Baik dari sisi mental spiritual, material dan ilmu pengetahuan. Istighfar tidak sekedar diucapkan di mulut, tetapi terhunjam di hati dan diikuti dengan amal kebaikan yang bisa menghapus kesalahan. Dengan memperbanyak kalimat istighfar mendidik kita untuk selalu meluruskan dan memurnikan niat dan amal kita.

Dalam Al-Quran sering disebut kalimat istighfar, terkadang dalam redaksi perintah.

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Muzzammil (73) : 20).

Dan sekali waktu dalam bentuk pujian kepada orang yang minta ampun.

“dan yang memohon ampun di waktu sahur [saat sebelum fajar menyingsing mendekati subuh] (QS. Ali Imran (3) : 17).
وَمَن يَعْمَلْ سُوءاً أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّهَ يَجِدِ اللّهَ غَفُوراً رَّحِيماً
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa (110).

Banyak sekali kalimat istighfar digandeng dengan taubat, berarti istighfar disini ungkapan untuk memohon ampun dengan lisan dan taubat, ungkapan dari berlepas diri dari dosa dengan hati dan anggota tubuh. Hukum istighfar seperti hukum berdoa. Jika Ia menghendaki Ia Mengabulkannya dan mengampuni pelakunya terutama jika keluar dari hati yang tulus mengakui dosa, atau dilakukan pada saat mustajab (terkabul), seperti waktu sahur, selesai shalat fardhu. Dan istighfar yang terbaik adalah dimulai dengan memuji-Nya mengakui segala dosa kemudian memohon ampun kepada-Nya.

“Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bahwa ia bersabda : Demi Allah sesungguhnya aku sungguh mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya sebanyak 70 kali lebih dalam sehari.” (HR. Bukhari & Muslim).

Apabila seorang hamba berharap dengan menghadirkan hati, memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya dan menyempurnakan syarat-syaratnya dan menghilangkan penghalangnya, sekalipun tumpukan dosanya sepenuh langit, maka Dia akan mengampuninya.

Al-Hasan berkata : Perbanyaklah istighfar di rumah-rumahmu, dan diatas meja makanmu, dan dijalanmu, di pasarmu dan di majlismu serta dimanapun kamu berada, karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan turunnya ampunan.

Imam Qotadah mengatakan : Sesungguhnya Al-Quran ini menunjukkan kepadamu atas penyakitmu dan obatmu, adapun penyakitmu adalah dosa-dosa yang kamu lakukan dan obatmu adalah istighfar.

-Taubat
Taubat dari dosa dengan kembali kepada Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib Dan Maha Pengampun segala dosa adalah titik tolak para penempuh jalan menuju Allah SWT, modal orang-orang yang sukses, tapak tilas orang yang menghendaki keridhaan-Nya, dan kunci istiqomah bagi orang-orang yang menyimpang, dan tempat berpijak manusia-manusia bersih dan makhluk pilihan dan orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Taubat adalah permulaan dan akhir perjalanan menuju-Nya.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur (24) : 31).

Ayat diatas turun di Madinah, diserukan oleh Allah SWT kepada ahlul iman dan manusia pilihan-Nya untuk bertaubat setelah keimanan, kesabaran, hijrah dan jihad mereka. Dia menggandeng kata taubat dengan al-falah (kesuksesan di akhirat) dan menggunakan kata “la’alla”, ini berarti mengandung pelajaran yang berharga, jika kamu bertaubat maka kamu akan memiliki harapan untuk berhasil. Tidak mengharapkan keberhasilan melainkan orang-orang yang bertaubat.

Orang yang menyadari kekurangan dirinya dan menyesalinya menunggu turunnya rahmat dan orang yang bangga dengan amal shalihnya mendatangkan kemurkaan Allah SWT, meminjam kata bijak.Taubat adalah kembali ke jalan kebenaran dan berlepas diri dari pengaruh orang-orang yang tersesat dan dimurkai.

Jika dosa berhubungan dengan Allah SWT maka syarat diterimanya adalah berlepas diri darinya, menyesalinya dan bertekat untuk tidak mengulanginya. Adapun jika dosa menyangkut dengan orang lain maka ia harus memperbaiki hubungan yang telah rusak dan minta maaf dan mohon keridhaan dari kesalahan yang di perbuat kepadanya.

“Barangsiapa yang berbuat zhalim kepada saudaranya, baik berupa harta ataupun kehormatan (harga diri) maka hendaklah dihalalkan pada hari itu sebelum masa dimana (tidak diperhitungkan) dinar dan dirham kecuali kebaikan dan keburukan.” (HR. Bukhari).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. At-Tahrim (66) : 8).
 
[Source www.hidayatullah.com]

9 Ciri-Ciri Suami (jodoh) Yang Shaleh Untuk Muslimah


Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.


Segala puji dan syukur bagi Allah Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Muhammad rasulullah, keluarga dan para sahabat. wa ba’du.

Hampir di semua forum-forum jejaring sosial banyak membicarakan soal jodoh, tapi dalam hati zulfi pribadi resah serta di kalangan ulamapun demikian, sampai-sampai mereka mengeluarkan fatwa HARAM!!! Dalam salah satu situs jejaring sosial, karena fenomena yang terjadi melihat tindak tanduk akhwat & ikhwan jaman sekarang yang menghalalkan pacaran & menghalalkan cara yang haram untuk mendapatkan jodoh.. yang mana hijab tidak terjaga dengan baik.. kemaksiatan & perzinahan merajarela Astaghfirullah…..

Ya Ukhti  muslimah!!!
Cintailah Allah & cintai Rasulullah melebihi cinta kalian pada apapun..
Cintailah orangtua karena Allah.. cintai pula kaum muslim yang lainnya karena Allah… cintailah.. cintailah.. cintailah sesuatu yang dicintai Allah..

Ya Ukhti  muslimah!!!
Jagalah hijabmu…  jagalah aibmu… jagalah kehomatanmu... jagalah kesucianmu… jagalah pandanganmu… jagalah ibadahmu..   jagalah..jagalah.. jagalah yg kebenara lainnya…

Ya ukhti muslimah!!!
Tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu berTAUHID...  tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu takut kepada Allah…  tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu beristiqamah dalam ibadah kepada Allah… tanamkanlah dalam qalbumu untuk selalu bertawakkal kepada Allah … tanamkanlah dalam qalbumu rindu bertemu dengan Allah di hari akhir nanti… tanamankanlah dalam qalbumu untuk selalu berdzikrullah.. tanamkanlah.. tanamkanlah.. tanamkanlah kebenaran lainnya..

tadinya zulfi mau memberikan Cara-cara mencari jodoh dengan sangat panjang tapi setelah di pikir-pikir singkat saja insya Allah sangat bermanfaat, karena ini merupaka Cara-cara dari ulama-ulama salaf & ulama-ulama yang ilmu TAUHID benar.

Cara-cara Mendapatkan jodoh yang shaleh untuk muslimah !!! ini insya Allah memberikan solusi buat akhwat-akhwat yang ingin menjadi akhwat yang shalehah, akhwat yang menjadi istri yang di juluki sebagai perhiasan dunia tiadatara, akhwat yang mencintai Allah & mencintai Rasulullah.

Cara-caranya Antara lain :

1. Cari Ikhwan yang hatinya selalu tertaut dimesjid.
2. Cari Ikhwan yang selalu shalat fardhu berjamaah dimesjid,  terutama shalat isya berjamaah di mesjid & yang paling utama yang istiqamah shalat shubuh berjamaah dimesjid.
3. Cari Ikhwan yang datang paling awal datang ke mesjid & pulang paling akhir (semua shalat fardhu termasuk jum’atan).
4. Cari Ikhwan yang shalatnya selalu shaff terdepan/shaff awal.
5. Cari Ikhwan yang khusyu’ shalatnya.
6. Cari Ikhwan yang lama berdiri dalam shalatnya.
7. Cari Ikhwan yang shalatnya mengikuti tata cara sifat shalat Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam.
8. Cari Ikhwan yang menjauhi sifat bid’ah Dalam shalat & ibadah lainnya.
9. Cari Ikhwan yang benar dalam membaca Alqur’an.

Hmmm… kenapa sedikit, kenapa tidak banyak, kenapa penjelasan gak ada perpoint-nya???
“pasti itu yang di tanyakann kebanyakan orang yang bertanya! Walaupun sedikit tapi padat sangat berisi. Kalau di jelaskan pasti sangatlah panjang, bisa-bisa ratusan dalil dari Al-Qur’an & As-sunnah yang bertautan yang harus dipakai di dalam.. untuk memahaminnya kita harus belajarlah lebih banyak lagi serta tanyakan pada ustadz atau murabi antum sekalian yang ilmunya teruji keTAUHIDannya.

Hmmm… kenapa Cara-caranya begitu saja, kenapa tidak misalnya cari yang sedekah banyak, zakatnya banyak, suka menolong orang, suka Anak kecil, berbakti kepada ortu, sayang istri, sayang Anak, suka shalat dhuha, hajat, tahajjud, dll.. ???
“shalat adalah tiangnya Agama & shalat yang benar bisa mencegah perbuatan keji &mungkar. menakala  tiangnya  kokoh & shalatnya benar dalam artian 9 point itu terpenuhi insya Allah ibadah yang lain-nya pun sempurna. Insya Allah selamat dunia Akhirat !!! 

Hmmm… kenapa  point-poinya tidak  ikhwan yang sudah mapan punya mobil, rumah sendiri, punya banyak harta, punya gelar, punya jabatan, gaul, terkenal???
“orang yang bilang seperti ini sesat, munafiq, lebih cinta dunia & telah tertipu syaithon. Na’udzubillah.

Mungkin itu penjelasan singkat Cara-cara mendapatkan jodoh yang shaleh untuk muslimah !!! mintalah petunjuk kepada Allah dengan sabar & shalat serta memurnikan ketaatan kepadanya. Jangan lupa untuk akhwatnya berdo’a, melaksanakan istikharah & tahajjud dalam memilih jodoh.

Alhamdulillah.. Subhanallah..
Allahu ‘alam bishshawab..
Billahi taufik walhidayah

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. 

[Source http://zulfi19.cybermq.com]

01 Desember 2011

Jika Ada Yang Bertanya Kepadamu Tentang Cinta

 
Maka jawablah :
Semua Cinta atas dasar kecintaan kepada Allah itulah cinta hakiki, semua cinta yang mengantarkan seseorang kepada taat kepada Allah itulah cinta yang sebenarnya. Karena cinta adalah kesucian, pengorbanan, keteguhan dalam memegang janji, keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah.
Cinta adalah akad dan perjanjian…
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan dia adalah rahasia kehidupan…
Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan…
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan…akan cerah kehidupan..akan menari hati…dan akan bersih qolbu….
Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan…
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan…
dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan…
Kalaulah bukan dengan cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya…
Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi….
Ketika cinta hampa dalam kehidupan maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.
Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.
Ketika cinta telah sirna…tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sangkarnya, tatkala itu pula kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara.
Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

[Source Buhul Cinta, Ustadz Armen Halim Naro]

TABARRUK (Mengambil Berkah) Minum Air Di Malam Jum'at (Syaidul Ayyam)

Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad saw, peninggalan-peninggalannya saw, dan para pewarisnya yakni para ulama, para kyai dan para wali dan shalihin. Karena hakekat yang belum mereka pahami, mereka berani menilai kafir (sesat) atau musyrik terhadap mereka yang bertabarruk pada Nabi saw atau ulama.

Mengenai azimat (Ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan tulisan ayat atau doa disebutkan pada kitab Faidhulqadir Juz 3 hal 192, dan Tafsir Imam Qurtubi Juz 10 hal.316/317, dan masih banyak lagi penjelasan para Muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat ayat Alqur’an.

Mengenai benda-benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas jelasnya, bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yang shalih, maka sebagaimana diriwayatkan : Para sahabat seakan-akan hampir saling berkelahi saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits no. 186),

 Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka iapun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya dalam firman Nya SWT : (Berkata Yusuf as pada kakak kakaknya) PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA (QS Yusuf 93), dan pula ayat : MAKA KETIKA DATANG PADANYA KABAR GEMBIRA ITU, DAN DILEMPARKAN PADA WAJAHNYA (pakaianYusuf as) MAKA IA (Ya’qub as) SEMBUH DARI KEBUTAANNYA (QS.Yusuf : 96).
 Ini merupakan dalil Alqur’an, bahwa benda/pakaian orang orang shalih dapat menjadi perantara kesembuhan dengan izin Allah tentunya, kita bertanya mengapa Allah sebutkan ayat sedemikian jelasnya? apa perlunya menyebutkan sorban yusuf dengan ucapannya :  PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA .
Untuk apa disebutkan masalah baju yang dilemparkan kewajah ayahnya? agar kita memahami bahwa Allah SWT memuliakan benda benda yang pernah bersentuhan dengan tubuh hamba hamba Nya yang shalih. Kita akan lihat dalil-dalil lainnya. 

Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar shiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yang sakit maka ia mencelupkan baju  Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yang sakit (shahih Muslim hadits no.2069).

Rasul saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk pengobatan, sebagaimana sabda beliau : Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin Tuhan kami (shahih Bukhari hadits no.5413), ucapan beliau saw : demi air liur sebagian dari kami  menunjukkan bahwa air liur orang mukmin dapat menyembuhkan penyakit, dengan izin Allah swt tentunya, sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dengan izin Allah pula tentunya, hadits ini menjelaskan bahwa rasul saw bertabarruk dengan air liur mukminin bahkan tanah bumi, menunjukkan bahwa pada hakikatnya seluruh alam ini membawa keberkahan dari Allah swt.

Seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu musholla dirumahnya, maka Rasul saw datang kerumah orang itu dan bertanya : dimana tempat yang kau inginkan aku shalat?. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits no.1130)

 Nabi Musa as ketika akan wafat ia meminta didekatkan ke wilayah suci di Palestina, menunjukkan bahwa Musa as ingin dimakamkan dengan mengambil berkah pada tempat suci (shahih Bukhari hadits no.1274).

 Allah memuji Nabi saw dan Umar bin Khattab ra yang menjadikan Maqam Ibrahim as (bukan makamnya, tetapi tempat ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah yang dinamakan Maqam Ibrahim as) sebagai tempat shalat (musholla), sebagaimana firman Nya : Dan jadikanlah tempat berdoanya Ibrahim sebagai tempat shalat (QS Al Imran 97), maka jelaslah bahwa Allah swt memuliakan tempat hamba hamba Nya berdoa, bahkan Rasul saw pun bertabarruk dengan tempat berdoanya Ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.

 Diriwayatkan ketika Rasul saw baru saja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasul saw, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata : aku memintanya karena mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh Nabi saw dan kuinginkan untuk kafanku nanti (Shahih Bukhari hadits no.5689), demikian cintanya para sahabat pada Nabinya saw, sampai kain kafanpun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh Nabi Muhammad saw.

 Sayyidina Umar bin Khattab ra ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka yang sangat lebar, beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra), "Pergilah pada Ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra", maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : "Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu (dimakamkan disamping makam Rasul saw) (Shahih Bukhari hadits no.1328). Dihadapan Umar bin Khattab ra Kuburan Nabi saw mempunyai arti yang sangat Agung, hingga kuburannya pun ingin disebelah kuburan Nabi saw, bahkan ia berkata : "Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”.

Demikian pula Abubakar shiddiq ra, yang saat Rasul saw wafat maka ia membuka kain penutup wajah Nabi saw lalu memeluknya dengan derai tangis seraya menciumi tubuh beliau saw dan berkata : “Demi ayahku, dan engkau dan ibuku wahai Rasulullah.., Tiada akan Allah jadikan dua kematian atasmu, maka kematian yang telah dituliskan Allah untukmu kini telah kau lewati”. (Shahih Bukhari hadits no.1184, 4187).

 Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469).

 Bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.

Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, “Wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu? maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini’ (Shahih Bukhari hadits no.480).

Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : "aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri dibelakang beliau dan kulihat Tanda Kenabian beliau saw" (Shahih Muslim hadits no.2345).

 Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul saw, maka ia berkata: Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya (Shahih Bukhari hadits no.168). demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw dimata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya.

 Diriwayatkan oleh Abi Jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air bekas wudhu Rasul saw dan mengusap2kannya ke wajah dan kedua tangan mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu Rasul saw lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka (Shahih Bukhari hadits no.369), demikian juga pada Shahih Bukhari hadits no.5521, dan pada Shahih Muslim hadits no.503 dengan riwayat yang banyak).

 Diriwayatkan ketika Anas bin malik ra dalam detik detik sakratulmaut ia yang memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat Rasul saw dan beberapa helai rambut Rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu disertakan bersamanya dalam kafan dan hanut nya (shahih Bukhari hadits no.5925)

 Tampaknya kalau mereka ini hidup di zaman sekarang, tentulah para sahabat ini sudah dikatakan musyrik, tentu Abubakar sudah dikatakan musyrik karena menangisi dan memeluk tubuh Rasul saw dan berbicara pada jenazah beliau saw.

Tentunya Umar bin Khattab sudah dikatakan musyrik karena disakratulmaut bukan ingat Allah malah ingat kuburan Nabi saw. Tentunya para sahabat sudah dikatakan musyrik dan halal darahnya, karena mengkultuskan Nabi Muhammad saw dan menganggapnya tuhan sembahan hingga berebutan air bekas wudhunya, mirip dengan kaum nasrani yang berebutan air pastor Nah.. kita boleh menimbang diri kita, apakah kita sejalan dengan sahabat atau kita sejalan dengan generasi sempalan.

 Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik.

Sebagaimana sabda Nabi saw : Keberkahan adalah pada orang orang tua dan ulama kalian (Shahih Ibn Hibban hadits no.559).

Dikatakan oleh Al hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy menanggapi hadits yang diriwayatkan dalam shahih muslim bahwa Rasul saw membaca mu’awwidzatain lalu meniupkannya ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh yang dapat disentuhnya, hal itu adalah tabarruk dengan nafas dan air liur yang telah dilewati bacaan Alqur’an, sebagaimana tulisan dzikir-dzikir yang ditulis dibejana (untuk obat). (Al Jami’usshaghiir Imam Assuyuthiy Juz 1 hal 84 hadits no.104)

 Telah dibuktikan pula secara ilmiah oleh seorang profesor dari Jepang, bahwa air itu berubah wujud kristalnya dengan diucapkan padanya kalimat-kalimat tertentu.

Bila ucapan itu berupa cinta, terima kasih dan ucapan-ucapan indah lainnya maka air itu berubah wujudnya menjadi semakin indah. Bila diperdengarkan ucapan cacian dan ucapan buruk maka air itu berubah menjadi buruk wujud bentuknya.

Bila dituliskan padanya tulisan mulia dan indah seperti terima kasih, syair cinta dan tulisan indah lainnya maka ia menjadi semakin indah wujudnya. Bila dituliskan padanya ucapan caci
maki dan ucapan buruk lainnya maka ia berubah buruk wujudnya.

Kesimpulannya bahwa air itu berubah dengan perubahan emosi orang yang didekatnya, apakah berupa tulisan dan perkataan. Air yang menyembuhkan adalah air yang diberi ucapan dan tulisan yang baik.

Keajaiban alamiah yang baru diketahui masa kini, sedangkan Rasul saw dan para sahabat telah memahaminya, mereka bertabarruk dengan air yang menyentuh tubuh Rasul saw, mereka bertabarruk dengan air doa yang didoakan oleh Rasul saw, maka telah dibuktikan secara dalil shahih dan pula pembuktian ilmiah.
wallahu'alamu bishowab ...
[Source Khutbah Habib Munzir Al Musawwa]

28 November 2011

Subhanallah, Dahsyatnya Faedah Puasa Senin dan Kamis


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim no. 1151)
Dalam riwayat lain dikatakan,
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.” (HR. Bukhari no. 1904)
Dalam riwayat Ahmad dikatakan,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
Di antara ganjaran berpuasa sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
  1. Pahala yang tak terhingga bagi orang yang berpuasa
  2. Amalan puasa khusus untuk Allah
  3. Sebab pahala puasa, seseorang memasuki surga
  4. Dua kebahagiaan yang diraih orang yang berpuasa yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.
  5. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada bau minyak kasturi.
Lakukanlah Puasa dengan Ikhlas dan Sesuai Tuntunan Nabi
Agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu:
  1. Ikhlas karena Allah.
  2. Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ittiba’).
Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak.
Dalil dari dua syarat di atas adalah firman Allah Ta’ala,
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".” (QS. Al Kahfi: 110)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya. Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[1]
Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala menjelaskan mengenai firman Allah,
لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk [67] : 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”
Lalu Al Fudhail berkata,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19)


Dalil Anjuran Puasa Senin-Kamis

[Dalil pertama]
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.
[Dalil kedua]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.
[Dalil ketiga]
Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.

Faedah Puasa Senin-Kamis
  1. Beramal pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan di hadapan Allah.
  2. Kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya.

Catatan: Puasa senin kamis dilakukan hampir sama dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Untuk masalah niat, tidak ada lafazh niat tertentu. Niat cukup dalam hati.
Amalan yang Terbaik adalah Amalan yang Bisa Dirutinkan
Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,
أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.
’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,
لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ
Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan.”
Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat dunia akhirat ? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa Senin-Kamis secara teratur.

Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha merutinkan puasa tersebut ?

Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah ? Kalau pagi itu kebetulan tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu ? Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah 'sunnah' bukan ?

Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Karena itu, dalam rubrik tadzkirah IMSIS kali ini, ada baiknya kita mengupas hikmah puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.

Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.

Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?

Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis. 

Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.

Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR Muslim).

Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.

Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu 'minggu' menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi  kentara sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.

Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.

Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?

Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk 'anger management' atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.

''Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran''.(HR. Ibnu Majah).

Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ''Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara''.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.

Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra.  Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.

Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).


Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.

Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya.  Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.

Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.

Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.

Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini terjadi,  bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir kita.

Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa  menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).

Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih. 

[Dikutip dari Sub Dept Dakwah Imsis + tulisan Muhammad Abduh Tuasikal]

Sistematika Sholat Diperdebatkan Manusia, Apa kata Setan & Iblis ???


Sebelum masuk waktu sholat Isya, aku berkeliling melihat keadaan Mesjid, apakah ada sampah2 kecil yang berserakan atau mungkin tahi cicak yang jatuh dari loteng. Setelah mengambil sajadah baru dari lantai 2 (sajadah = gift from Jeddah) aku sholat sunnah dulu 2 raka'at sambil menunggu waktu sholat Isya berkumandang. Di depanku ternyata ada seorang bapak-bapak yang sudah duluan sholat 1 raka'at daripada aku, sebelum sholat aku sempat melihat jadwal untuk sholat Isya malam ini. Sehabis sholat sunnah, tiba-tiba aku dipanggil oleh bapak itu dan disuruhnya aku duduk di sampingnya, aku berfikir sejenak mungkinkah ada tingkah lakuku yang salah barusan ketika sholat ???aku berfikir di dalam hati melalui akal pikiranku. 
Alhasil ternyata bapak itu menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan dugaanku, beliau mengkritik pelaksanaan sholat yang ada di Mesjid kami, tentunya dengan berbagi argumen dan sumber landasan. Jujur aku terkejut, sudah hampir 3 tahun kurang aku mengabdi di Mesjid ini akan tetapi belum pernah ditegus atau dikritik semacam ini. Memang kritik itu bukan untuk diriku, akan tetapi untuk sistematis pelaksanaan sholat yang ada di mesjidku. Permasalahannya sepele kalau menurut pemikiranku, tetapi tidak untuk beliau, karena ini sangat berhubungan dengan kedisiplinan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, itulah yang ada di dalam pemikirannya.
Tak lama kami bercakap-cakap terdengarlah gemuruh suara adzan dari mesjid tetangga, kemunian tanpa berfikir panjang akupun berdiri dan pergi mengumandangkan adzan. Jujur selama mengumandangkan adzan banyak yang terpikir di dalam fikiranku, salah satunya yaitu hal-hal yang barusan kami bicarakan. Aku terfikir dengan sebuah kasus 6 tahun silam, pada saat aku masih di pesantren menuntut ilmu agama. Ada juga ikhtilaf mengenai al semacam ini, hal sepele menurutku, tapi bisa menjadi hal yang sangat besar ternyata dimata masyarakat awam.
Di dalam Islam banyak sekali pertimbangan yang aku gunakan dalam mengambil sebuah keputusan, aku juga tak yakin apakah ini karena ada pengaruh dari jurusan yang aku ambil sekarang untuk mendapatkan gelas magister, yaitu jurusan ilmu sosial, kenapa setiap aku ingin mengambil sebuah keputusan baik itu yang bersifat umum sekalipun aku selalu memikirkan efek sosial yang akan diakibatkannya. termasuk juga dalam memberiakn solusi  dalam permasalahan ini. aku mengatakan kepada beliau bahwasanya sistematis pelaksanaan sholat yang beliau ingainkan itu tidak bisa serta merta dapat langsung berlaku di hukum suatu adat aau kebiasaan, meskipun itu berhubungan dengan ranah hablumminallah, kita hidup tikak sendiri, kita hidup bersama-sama dan saling membutuhkan satu sama lainnya.
Terbesit dalam pemikiranku, mungkinkah setan dan iblis akan tertawa mwlihat aku saling beradu pendapat dengan beliau membahas hal yang mungkin tidak terlalu penting, menurutku hal yang paling penting itu adalah bagaimana kita itu sebagai makhluk yang bermasyarakat dalam mengajak tetangga kita untuk ke mesjid, beribadah bersama-sama. Masa kita kalah sama setan yang iblis yang selalu rukun tidak mempermasalahkan sesuatu yang dapat menjadi permasalahan kontra-sosial. 

[this is just mine mind]

Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting