Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2011

Bila Suami Istri Tidak Mau Ibadah


Tidak perlu berkecil hati bila suami/istri anda tidak atau belum mau ibadah. Apalagi kalau anda mempunya keluarga yang suami dan istrinya tidak mau ibadah. Memang perasaan malu, sedih, kecewa, marah bisa saja dirasakan ketika menyadari orang terdekat yang dicintai enggan ibadah. Berhubung saya Islam, jadi ibadah yang saya maksud adalah sholat lima waktu. 
Bila menghadapi situasi yang demikian, berbesar hati merupakan sikap yang menenangkan. Mengingat kembali bahwa keimanan seseorang terjadi atas izin Tuhan.
Karena menyadari bahwa keimanan itu terjadi atas izin Tuhan, maka seseorang yang menghadapi situasi di atas, tidak akan marah atau membenci pasangannya. Ia juga tidak akan menggunakan sikap pasangannya tersebut untuk melakukan hal serupa.
Pasangan hidup adalah orang terdekat. Cara berpikir seseorang, sedikit banyak dipengaruhi oleh cara berpikir pasangannya.
Dua orang yang mengikatkan diri sehingga disebut pasangan hidup itu saling mempengaruhi dan saling dipengaruhi. Dalam beberapa hal, suami mempengaruhi istrinya. Dalam beberapa hal, suami dipengaruhi istrinya. Demikian pula sebaliknya.
Dalam konteks pasangan yang tidak menjadikan sholat sebagai kebutuhan hidupnya, katakanlah suami yang demikian, istri bisa terpengaruh untuk tidak sholat, bisa juga mempengaruhi suaminya untuk sholat. Posisi sebaliknya bisa saja terjadi.
Beberapa hal bisa dilakukan bila menghadapi situasi demikian :
1. Mengajaknya
Mengajak pasangan untuk sholat, dengan cara dan bahasa yang simpatik. Bila ajakan ditolak, tidak perlu marah atau sedih berlebihan, ingat hanya Tuhan yang bisa membolak-balik hati manusia. Manusia hanya bisa mengubah dirinya, tak bisa mengubah orang lain. Dengan mengubah dirinya, manusia sudah mengubah dunia.
2. Mengingatkannya
Di tengah suasana yang rileks, dengan sedikit humor, mengingatkan pasangan untuk sholat, betapa indahnya sholat itu. Mengatakan juga, betapa akan lebih mudah mendidik dan membiasakan anak-anak untuk sholat sejak dini bila ayah-ibunya juga sholat.
Bila pasangan tidak memberikan respon positif, datar-datar saja, cuek, atau mengatakan itu urusan pribadi masing-masing dengan Tuhan, tidak usah tersinggung. Memang benar hubungan manusia dengan Tuhan adalah sesuatu yang bersifat sangat pribadi.
Seseorang tidak bisa memaksakan “caranya ber-Tuhan” kepada orang lain, bahkan kepada orang terdekatnya sekalipun. Kalau memaksakan, dan paksaannya tidak berhasil, biasanya ujungnya adalah sakit hati.
3. Mendoakannya
Bila ajakan dan upaya mengingatkan belum mendapat sambutan baik, atau bertepuk sebelah tangan, kembalikan semuanya kepada Tuhan. Seseorang beriman atau tidak beriman adalah wewenang Tuhan untuk menjadikan manusia demikian.
Bisa jadi (misalnya) suami yang tidak beriman diadakan untuk menguji istrinya yang beriman. Kita tidak pernah tahu. Kalau beriman, tentunya orang tidak akan marah-marah ketika ajakan baiknya ditanggapi dingin-dingin saja.
Tak ada orang yang menyatakan dirinya beriman yang tak diuji. Mengingat ini kembali, membuat seseorang akan ringan hati selalu dalam menghadapi masalah apapun dalam hidup ini.

[Source http://kompasiana.com]

24 Desember 2011

9 Tips Membicarakan Masalah Seks Dengan Istri (Bukan Pacar ya...)


Seks seringkali menjadi permasalahan bagi pasangan menikah. Misalnya, sepasang suami istri kerapkali bingung menghadapi berkurangnya intensitas dan frekuensi bercinta ketika menjalani kehidupan berumah tangga.

Menurut Kimberly A. Sharky, seorang pakar seks di Chicago, menjelaskan bahwa hal tersebut sering terjadi dan bisa terselesaikan dengan baik asalkan pasangan itu mau saling berkomunikasi. Dalam membicarakan masalah seks ini, tentu juga ada caranya. Berikut sembilan cara membicarakan seks pada pasangan.

1. Jangan Membicarakannya Di Tempat Tidur
Tempat tidur adalah tempat untuk melepaskan kepenatan. Jangan bicarakan masalah dan keluhan Anda di tempat tidur, terutama saat akan atau setelah bercinta. Sebaiknya, bicarakan masalah tersebut saat Anda berdua sedang bersantai. Jika Anda berbicara di tempat umum, pastikan orang lain tidak bisa mendengarkan pembicaraan.

2. Rencanakan Waktu Diskusi Anda
Ada beberapa hal yang dapat dikatakan secara spontan. Tapi untuk hal yang lebih serius sebaiknya rencanakan terlebih dahulu kapan Anda bisa membicarakan hal tersebut dengan suami. Jika tanpa persiapan, bisa saja suami Anda bersikap defensif. Sebaliknya, jika Anda dan dia sudah merencanakan untuk membicarakan masalah itu, kedua belah pihak pasti sudah menyiapkan apa yang ingin dikatakan.

3. Mengingat Kenangan Masa Lalu
Menurut Sharky, bernostalgia tentang betapa hebatnya aktivitas bercinta Anda di awal-awal hubungan dapat membawa Anda ke suatu pembicaraan tentang masalah seks. Anda dapat mengawalinya dengan kalimat, 'Aku ingat saat kamu dulu menciumku berjam-jam, rasanya menyenangkan' atau 'Aku suka saat kamu memelukku dari belakang, membuat aku merasa diinginkan.'

4. Katakan Apa yang Anda Inginkan
Mungkin terdegar agak klise, tapi sebagian pria tidak tahu bagaimana cara menstimulus pasangan. Tapi sadarilah bahwa hal tersebut memang benar, bahwa ada banyak pria yang bingung karena tidak tahu bagaimana menyenangkan pasangannya. Setelah memiliki Anak atau dengan bertambahnya usia seseorang, spot-spot tertentu mungkin sudah kebal terhadap rangsangan. Sebaiknya Anda mengatakan kepada suami apa yang diinginkan agar mendapatkan kepuasan. Begitu saran dari Tod Creager, seorang terapis dari Los Angeles yang menulis buku 'The Long Hot Marriage'.

5. Jangan Memaki atau Meremehkan
Menurut Creager, walaupun Anda kurang puas dengan aksi ranjang suami, jangan pernah memakinya karena hal tersebut. Tanamkan pada diri bahwa Anda bisa menerima hal tersebut, dan berpura-puralah memasang ekspresi bahagia. Namun Anda harus tetap membicarakan masalah itu dan jangan memulainya dengan kata-kata kasar. Cobalah untuk mengatakan hal seperti ini 'Aku tahu kamu ingin memuaskanku, aku juga ingin kamu menikmati saat-saat kita bercinta. Mari kita bicarakan bagaimana agar kita bisa lebih puas.'

6. Gantilah Sudut Pandang Pembicaraan Anda
Sudut pandang pembicaraan ini adalah tentang Anda. Creager menyarankan untuk mengganti beberapa kalimat seperti 'Ini bukan tentang kamu yang tidak bisa memuaskan aku, tapi tentang apa yang sebenarnya aku inginkan.' Atau bisa juga mengganti kalimat 'foreplay kamu kurang lama' menjadi 'aku ingin disentuh dan dibelai lebih sering sebelum melakukannya.'

7. Ekspresi Non-verbal
Mungkin selama ini Anda tidak menunjukkan kata-kata yang menyakitkan tentang masalah yang sedang Anda hadapi. Namun jangan lupakan ekspresi non verbal. Bisa saja ekspresi, bahasa tubuh, dan nada suara menunjukkan bahwa Anda sedang putus asa dan emosi menghadapi masalah tersebut. Jadi ketika berdiskusi dengan pasangan, sebaiknya tarik napas dalam-dalam dan biarkan diri untuk tetap tenang.

8. Mencari Jalan Tengah
Anda memiliki beberapa solusi, namun tidak ada salahnya Anda juga terbuka terhadap ide-ide dari suami. Brainstorming bertujuan untuk mencari jalan tengah masalah, jadi terbukalah dengan preferensi darinya. Menurut Sharky, terapis seks memang bisa memberikan solusi untuk masalah Anda, tapi pada beberapa pasangan, mereka cukup mencari buku atau video untuk meningkatkan kehidupan seksnya.

9. Bukan Hanya Satu Kali Diskusi
Perlu diingat, bahwa diskusi tentang masalah seks antara Anda dengan pasangan bukanlah diskusi yang dilakukan hanya sekali. Ini adalah diskusi yang terus berlangsung. Beberapa pasangan, teratur menjadwalkan sebuah diskusi untuk membahas tentang keuangan maupun perkembangan anak, kenapa Anda tidak menambahkan masalah ini dalam diskusi tersebut?

[Source http://www.wolipop.com]

Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting