27 Februari 2014

PENGUMUMAN KELULUSAN CPNS KEMDIKBUD

Elearning Milaulas

SILAHKAN BACA DAN BAGIKAN PENGUMUMAN KELULUSAN CPNS KEMDIKBUD SITUS INI :

1. http://cpns.kemdikbud.go.id
2. http://cpns2013.jpnn.com/
3. http://cpns.liputan6.com/
4. http://sscn.bkn.go.id/

BY : https://elearning.milaulas.com/

17 Februari 2014

Username & Password Speedy Instan @wifi.id Gratis Aktif Mulai 1 February - 31 Mei 2014

Elearning Milaulas

Alhamdulillah gan ,, ane bisa update lagi nih ,,, akhirnya  ane mau share update Username dan password Speedy Instan yg terbaru ,, biar agan and sista bisa berinternet ria gratis ,,, 


Ok langsung saja gan ini dia username dan possword speedy instan baru nya ,,, 


User1 = 89302715790
Pass   = 85016093499066

User2 = 89302715789
Pass   = 35277184619199

User3 = 89302715788
Pass   = 75644363574557

User4 = 89302715787
Pass   = 13883358116827 




Nb : Username dan Password ini aktif sampai dengan 31 MEI 2014 ,, gunakan akun ini dengan bijak ya gan ..



UPDATE EX SAMPAI 6 MARET 2014 



username: 9822259138340
password: qx2

username: 9822259138341
password: 5zj

username: 9822259138342
password: npg

username: 9822259138343
password: 4c2

username: 9822259138344
password: r4z





Nb : Username dan Password ini aktif sampai dengan 06 Maret 2014 ,, gunakan akun ini dengan bijak ya gan .. Dosa tanggung masing2 gan, untuk telkomsel lebih rajin lagi update firewall systemnya :)

Ok cuman itu dulu gan dari saya ,,, sampai ketemu lagi ,, diupdatean selanjutnya ,, 

11 Februari 2014

PENGUMUMAN KELULUSAN CPNS

Elearning Milaulas

SILAHKAN BACA DAN BAGIKAN PENGUMUMAN KELULUSAN CPNS K-II DARI SITUS-SITUS INI :

1. http://cpns.menpan.go.id/
2. http://cpns2013.jpnn.com/
3. http://cpns.liputan6.com/
4. http://sscn.bkn.go.id/

BY : https://elearning.milaulas.com/

30 Juni 2013

HASIL UJIAN AKHIR SEMESTER ONLINE KELAS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

HASIL UJIAN AKHIR SEMESTER ONLINE KELAS MULTIMEDIA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA...

Rentangan Nilai :
0 - 20 ----> E
21 - 40 ----> D
41 - 60 ----> C
61 - 80 ----> B
81 - 100 ----> A

Note : Bagi yang belum pasang photo dan penulisan nama tidak sesuai aturan akan dikurangi 5 point. Terimakasih.

25 Desember 2012

Antara Gratifikasi dan Hadiah


Bagi sebagian orang mungkin sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan kata Gratifikasi. Tapi Saya lebih senang menafsirkan kata tersebut dengan kata yang mendefinisikan sesuatu yang berarti “gratis di kasih”. 
Gratifikasi menurut kamus hukum berasal dari Bahasa Belanda, “Gratificatie” , atau Bahasa Inggrisnya “Gratification“ yang diartikan hadiah uang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI,1998) Gratifikasi diartikan pemberian hadiah uang kepada pegawai di luar gaji yang telah ditentukan.
Menurut UU No.31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Penjelasan Pasal 12 b ayat (1), Gratifikasi adalah Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Ada beberapa contoh penerimaan gratifikasi, diantaranya yakni:
  • Seorang pejabat negara menerima “uang terima kasih” dari pemenang lelang;
  • Suami/Istri/anak pejabat memperoleh voucher belanja dan tiket tamasya ke luar negeri dari mitra bisnis istrinya/suaminya;
  • Seorang pejabat yang baru diangkat memperoleh mobil sebagai tanda perkenalan dari pelaku usaha di wilayahnya;
  • Seorang petugas perijinan memperoleh uang “terima kasih” dari pemohon ijin yang sudah dilayani.
  • Pemberian bantuan fasilitas kepada pejabat Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif tertentu, seperti: Bantuan Perjalanan + penginapan, Honor-honor yang tinggi kepada pejabat-pejabat walaupun dituangkan dalam SK yang resmi), Memberikan fasilitas Olah Raga (misal, Golf, dll); Memberikan hadiah pada event-event tertentu (misal, bingkisan hari raya, pernikahan, khitanan, dll).
Pemberian gratifikasi tersebut umumnya banyak memanfaatkan momen-momen ataupun peristawa-peristiwa yang cukup baik, seperti : Pada hari-hari besar keagamaan (hadiah hari raya tertentu), hadiah perkawinan, hari ulang tahun, keuntungan bisnis, dan pengaruh jabatan. Dengan berdalih “sekedar bantuan”, “ikhlas”, “tanpa pamrih”, “rasa simpatik”, dll, gratifikasi ini memang sangat mudah untuk disamarkan dan dibalut cantik dengan hal-hal demikian. Hingga pada akhirnya terucap kata “terima kasih karena sudah dibantu”, “lumayan gratis di kasih..”

Hadiah adalah pemberian seseorang kepada orang lain sebagai penghargaan atau penghormatan terhadap sesuatu yang telah dilakukannya. Biasanya hadiah merupakan pemberian terhadap prestasi dan keberhasilan seseorang.
A. Esensi Hadiah
Memahami hadiah sebagai salah satu cara untuk menyatukan hati antara pemberi dan penerima dapat dilihat dalam beberapa riwayat sebagai pedoman, dari perintah memberi hadiah, prioritas penerima hadiah dan larangan mengaburkan pemahaman antara hadiah dengan upah. Pemahaman tentang esensi hadiah sangat penting dalam rangka memberikan pemahaman yang benar tentang hadiah, sehingga tidak bias antara hadiah dengan bisnis yang profit oriented.
1. Perintah Memberi Hadiah
Salah satu uslub yang digunakan Rasul dalam membudayakan saling memberi hadiah adalah dengan perintah memberi hadiah. Perintah akan dilaksanakan jika diiringi dengan penjelasan kemungkinan gagalnya perintah. Hal itu terlihat dalam sabda Rasul berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ تَهَادَوْا فَإِنَّ الْهَدِيَّةَ تُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ وَلا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ شِقَّ فِرْسِنِ شَاةٍ
Artinya: Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: Saling memberi hadiahlah kamu, karena hadiah itu dapat menghilangkan perasaan tidak enak di hati. Janganlah seseorang merasa tidak enak ketika memberi hadiah dengan sesuatu yang tidak berharga. (H.R. al-Bukhari, Muslim dan al-Turmuzi, kitab wala’ no.2056)
Dalam Hadis tersebut Rasulullah berpesan agar umat Islam saling memberi hadiah. Tidak ada alasan untuk tidak memberi hadiah, karena dalam hadiah yang terpenting adalah nilai tanda kasih antara pemberi dan penerima. Sehingga jenis, kualitas atau harga barang yang akan dihadiahkan tidak menjadi terlalu penting. Frase وَلَوْ شِقَّ فِرْسِنِ شَاةٍ (analog mengenai sesuatu yang kecil dan tidak memberatkan), sehingga semua orang dapat saling memberi hadiah kepada yang lain.
Dalam riwayat lain terdapat perintah saling memberi hadiah, sabda Rasul: "saling memberi hadiahlah kamu niscaya kamu akan saling menyayangi"( Sunan al-Baihaqi, juz 6, h. 169) . Dalam konteks ini, hadiah merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan rasa saling menyayangi.
2. Prioritas Orang yang akan diberi hadiah
Pemberian hadiah bertujuan untuk merajut rasa saling menyayangi. Untuk mencapai tujuan itu, ada prioritas dalam penentuan penerima hadiah. Sabda Rasul, yang merupakan dialog antara Rasul dengan ummul mukminin 'Aisyah, di bawah ini dapat dijadikan acuan:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي جَارَيْنِ فَإِلَى أَيِّهِمَا أُهْدِي قَالَ إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا
Artinya:'Aisyah menyatakan saya menyatakan kepada Rasul Saw bahwa saya mempunyai 2 orang tetangga, maka kepada siapa diaantara keduanya yang saya beri hadiah? Rasul menjawab: Berilah hadiahmu kepada tetangga yang paling dekat rumahnya denganmu (H.R. Al-Bukhari kitab hibah no. 2405, Abu Daud, kitab adab no. 4488. dan Ahmad bin Hanbal)
Keinginan untuk memberi hadiah kepada seseorang, dapat saja dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya karena kedekatan emosional, kedekatan hubungan kekeluargaan dan kedekatan tempat tinggal. Ketika ditemukan kesulitan untuk menentukan penerima hadiah, maka pesan Rasul menjadi sangat penting.

B. Sikap Penerima hadiah

Hadiah yang diberikan seseorang mempunyai makna yang dalam dan hanya pemberi yang mengetahui tujuan pemberian hadiah dimaksud. Harus ada ketajaman instink untuk mendeteksi atau meidentifikasi hadiah sebagai hadiah murni atau sebagai sesuatu yang patut diduga ada kaitannya dengan jabatan yang sedang diemban.
Penerima hadiah juga dipesankan Rasul agar reaktif ketika menerima hadiah. Ketika menerima hadiah ada tindakan yang menunjukkan respons terhadap perlakuan yang diterima. Tidak diam saja dengan maksimal ucapan terima kasih. Keberimbangan aturan ini menunjukkan bahwa ada sesuatu dibalik aturan tersebut "agar tidak berhutang budi"

1. Mengidentifikasi hadiah

Untuk menghindari misinterpretasi tentang hadiah dan biasanya antara hadiah dengan sogokan, seperti yang dinyatakan oleh Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, bahwa di masa Rasulullah Saw. hadiah adalah hadiah, tetapi masa ini hadiah bisa saja berarti sogokan. (al- Bukhari, op.cit., h. 991) Serta untuk membedakan antara hadiah dengan tukar menukar, maka perlu diketahui bagaimana aturan Islam tentang hadiah dapat dilihat dalam hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُتِيَ بِطَعَامٍ سَأَلَ عَنْهُ أَهَدِيَّةٌ أَمْ صَدَقَةٌ فَإِنْ قِيلَ صَدَقَةٌ قَالَ لأَصْحَابِهِ كُلُوا وَلَمْ يَأْكُلْ وَإِنْ قِيلَ هَدِيَّةٌ ضَرَبَ بِيَدِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلَ مَعَهُمْ
Abu Hurairah menyataka bahwa Rasulullah apabila diberi makanan, beliau selalu menanyakan kepada si pemberi hadiah apakah pemberian itu hadiah atau sedekah. Jika pemberian itu sedekah, Rasul tidak memakannya dan menyuruh para sahabat untuk memakan hadiah dimaksud. Jika dinyatakan pemberian itu adalah hadiah, Rasulullah menepukkan tangannya dan makan bersama sahabat. (al-Bukhari, kitab hibah no. 2388, juz 2, h. 984, Muslim, zakat no. 1790, al-Turmuzi, kitab zakat, no. 592, al-Nasa'i , kitab zakat no. 2566)
Ketentuan dalam hadis di atas memberikan aturan agar penerima hadiah tidak hanya bahagia atau senang dengan hadiah yang bakal diterima, akan tetapi selalu mengidentifikasi hadiah yang diserahkan, termasuk yang boleh diterima atau tidak. Bagi kita saat ini, kekuatan identifikasi ini merupakan salah satu yang sangat urgen untuk dilakukan, karena hadiah dapat saja berubah wajah sebagai jebakan. Jika pada Rasul upaya itu dilakukan dalam rangka membedakan sedekah dengan hadiah, maka saat ini identifikasi hadiah ini untuk membedakan antara suap/risywah/uang pelicin dengan hadiah.
2. Menerima Hadiah
Niat baik seseorang memberi hadiah kepada orang yang diinginkannya, disambut baik dengan adanya perintah menerima hadiah. Tentu saja hadiah yang murni hadiah, dan tidak ada indikasi hadiah tersebut mengandung suatu maksud mengarah pada penyelewenang. Pada bahasan ini, perimbangan aturan tersebut dapat dilihat dalam pesan Rasul berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ … وَلَوْ أُهْدِيَ إِلَيَّ ذِرَاعٌ أَوْ كُرَاعٌ لَقَبِلْتُ
Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda: … kalau saya diberi hadiah zira' atau kira' (gambaran sesuatu yang kurang berharga/tidak bernilai), sungguh aku akan terima. (al-Bukhari, kitab hibah, no. 2380)
Pesan ini memberikan arahan bagi orang yang diberi hadiah agar tidak melihat harga, jenis atau nilai sesuatu yang dihadiahkan. Menerima atau tidak hadiah tidak didasarakan karena alasan harganya mahal atau murah, kualitasnya baik atau tidak baik, atau menarik atau tidak begitu menarik. Kata " ذِرَاعٌ " dalam hadis, adalah simbol sesuatu yang tidak banyak manfaatnya. Karena jika hadiah tersebut diiabaratkan daging, maka pemberian zira' itu tulang kaki yang sedikit sekali dagingnya. Begitu juga dengan kata كُرَاعٌ (jika pada maanusia :tumit) yang mungkin sangat sedikit sekali dagingnya.
Adanya pernyataan Rasul bahwa beliau menerima sesuatu hadiah meski pun kecil nilainya, menunjukkan bahwa dalam pemberian hadiah yang penting adalah maksud baik, ketulusan hati dan niat baik memberi hadiah. Kalaupun ada alasan untuk menerima atau tidak hadiah yang diberikan seseorang, penerima hadiah hanya perlu hati-hati adanya indikasi bahwa hadiah tersebut hanya berkedok hadiah, sementara yang sebenarnya bukan hadiah, mungkin sogokan, suap, jebakan dan sejenisnya.
3. Memberikan balasan Atas Hadiah Yang Diterima
Perintah memberi hadiah disampaikan dengan menggunakan shigat musyarakat (saling) bukan hanya sebagai penerima, tetapi di samping menerima juga memberi. Konsistensi aturan tersebut terlihat dari contoh yang dilakukan oleh Rasulullah dalam hadis berikut:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَ ا
Artinya: Dari ‘Aisyah, Rasulullah Saw. menerima hadiah dan Rasul selalu memberikan balasan kepada pemberi hadiah (al- Bukhari,ibid., h. 988, Abu Daud, op.cit, h. 290).
Dalam hadis, Rasulullah Saw. mempunyai posisi sebagai penerima hadiah yang diberikan oleh seseorang. Kebiasaan Rasul selalu membiasakan dirinya ketika menerima hadiah, dengan memberikan balasan yang sama dengan hadiah yang diterimanya.
Menurut Abu Syaibah, Rasul malah membalas dengan yang lebih baik dari hadiah yang diterimanya.( al-Kahlani,., h. 90) Dilihat dari hadis tersebut di atas, sepertinya Rasul mewajibkan dirinya untuk selalu memberikan balasan terhadap hadiah yang diterimanya. Namun, itu tidak menunjukkan bahwa memberikan balasan dari hadiah yang diterima merupakan suatu yang wajib dilakukan, karena meskipun Rasul melakukannya terus menerus, itu disebabkan oleh kemuliaan akhlak Rasul. Yang dimaksud dengan يثيب عليها dalam hadis adalah orang yang menerima hadiah menggantinya minimal sesuai/seharga dengan hadiah tersebut.( al-Syaukani, h. 103) Dalam teladan yang dicontohkan oleh Rasul ada rahasia yang terkandung di dalamnya. Pemberian hadiah dari rakyat kepada pemimpin atau pejabat merupakan suatu wujud dari rasa kasih sayang antara pemimpin dan yang dipimpin.
Untuk saat ini, rasanya apa yang dilakukan oleh Rasul dapat dijadikan contoh oleh para penguasa atau pemimpin agama dalam merespons pemberian hadiah kepadanya. Dari hadis di atas, kita dapat memperhatikan perbedaan pendapat para fuqaha’ (dalam al-Kahlani, op.cit., h. 91, bandingkan dengan al-Syaukani, ibid., h. 103) di bawah ini:
1. Pendapat Hadawiyah : wajib memberikan yang sama nilainya dengan hadiah yang diterima, sesuai dengan kebiasaan, karena asal pada benda adalah pertukaran.
2. Menurut Yahya: jika yang diberikan berbentuk barang maka dengan barang yang sepertinya dan jika dengan harga, maka yang seharga dengannya.
3. Syafi’i dalam qaul jadidnya berpendapat: bahwa pemberian yang mengharapkan balasan adalah batal dan tidak terjadi, karena itu sama dengan jual beli dengan harga yang tidak jelas.
4. Sebagian golongan Malikiyah berpendapat: wajib memberikan balasan terhadap pemberian yang diterima, jika si pemberi tidak menyatakan apa-apa. Atau dalam kondisi si pemberi memang meminta balasan yang setimpal, seperti pemberian dari orang miskin kepada orang kaya, tidak sebaliknya (pemberian dari orang kaya kepada yang miskin, penerima tidak perlu membalas)
Apabila pemberi tidak rela dengan balasan yang diberikan, maka:
1. Suatu pendapat: harus memberikan balasan seharga pemberian yang diberikan kepadanya.
2. Pendapat lain: tidak harus seharganya, tetapi sesuai dengan yang diinginkan oleh pemberi.
Agar hadiah tetap dalam esensinya, meskipun ada anjuran dan contoh dari Rasul untuk memberikan balasan, hadiah seharusnya tidak berubah menjadi tukar menukar atau jual beli dengan bentuk barter. Pemberian balasan terhadap hadiah yang diterima telah dipesankan oleh Rasulullah, agar sesuai dengan kemampuan yang ada pada penerima hadiah, bukan sesuai dengan keinginan pemberi hadiah. Dalam pasan Rasul pada hadis di bawah ini, terlihat kesalahan pemahaman pemberi hadiah yang mengharapkan balasan dari penerima. Bahkan ada indikasi pemaksaan besaran balasan sesuai dengan keinginan pemberi.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَهْدَى رَجُلٌ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَةً مِنْ إِبِلِهِ الَّتِي كَانُوا أَصَابُوا بِالْغَابَةِ فَعَوَّضَهُ مِنْهَا بَعْضَ الْعِوَضِ فَتَسَخَّطَهُ فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ يَقُولُ إِنَّ رِجَالا مِنَ الْعَرَبِ يُهْدِي أَحَدُهُمُ الْهَدِيَّةَ فَأُعَوِّضُهُ مِنْهَا بِقَدْرِ مَا عِنْدِي ثُمَّ يَتَسَخَّطُهُ فَيَظَلُّ يَتَسَخَّطُ عَلَيَّ وَايْمُ اللَّهِ لا أَقْبَلُ بَعْدَ مَقَامِي هَذَا مِنْ رَجُلٍ مِنَ الْعَرَبِ هَدِيَّةً إِلا مِنْ قُرَشِيٍّ أَوْ أَنْصَارِيٍّ أَوْ ثَقَفِيٍّ أَوْ دَوْسِيٍّ
Artinya: Ada orang memberikan hadiah kepada Rasul kemudian Rasul membalasnya dengan separoh harganya, orang itu marah kemudian Rasul menyatakan tidak akan menerima hadiah dari orang tersebut dan dari sukunya . (H.R. al-Turmuzi, kitab manaqib no. 3881, Abu Daud , kitab buyu' no. 3070)
Pada hadis di atas, Rasul menceritakan pengalamannya ketika menerima hadiah dari salah seorang bangsa Arab. Ketika Rasul memberikan balasan dari hadiah yang diterimanya dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan pemberi, orang tersebut marah. Kemudian Rasul meberikan balasan sesuai dengan keinginan orang tersebut. Namun, dengan kejadian itu Rasul memutuskan untuk tidak menerima hadiah dari suku tersebut.
Tindakan pemberi hadiah yang memaksakan harus mendapatkan balasan sesuai dengan keinginan dan harapannya dapat dijadikan alasan untuk menolak hadiah yang diberikan. Pemaksaan akan menimbulkan tidak saling rela, akan muncul rasa kesal dan tidak senang, sehingga keluar dari tujuan hadiah untuk menimbulkan rasa simpati yang berbuah pada rasa sayang.

4. Tidak Menolak Hadiah, kecuali dengan Alasan

Pemberian yang murni hadiah harus diterima, sementara hadiah yang bias dengan riba, jual beli atau barter harus dijadikan alasan untuk menolak hadiah. Hadis Rasul berikut dapat dijadikan pegangan ketika menerima hadiah.
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا أَرَادَتْ أَنْ تَشْتَرِيَ بَرِيرَةَ فَأَرَادَ مَوَالِيهَا أَنْ يَشْتَرِطُوا وَلاءَهَا فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اشْتَرِيهَا فَإِنَّمَا الْوَلاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ فَاشْتَرَتْهَا فَأَعْتَقَتْهَا وَخَيَّرَهَا مِنْ زَوْجِهَا وَكَانَ حُرًّا وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَحْمٍ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ هَذَا قِيلَ تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ فَقَالَ هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّة ٌ
Artinya: Ketika 'Aisyah bermaksud membeli Barirah, lalu maulanya menginginkan wala' nya, lalu 'Aisyah menyampaikannya kepada Rasulullah, Rasul menyuruh untuk membelinya. Rasul juga menjelaskan bahwa wala' itu adalah hak orang yang memerdekakannya. 'Aisyah membelinya dan memerdekakannya dan memberikan pilihan kepada suaminya. Akhirnya ia menjadi wanita merdeka. Ketika Rasul diberi daging, beliau menanyakan dari pemberian siapa ?, dijelaskan bahwa itu sedekah dari Barirah. Rasul kemudian menjelaskan daging itu sedekah untuk Barirah, tapi hadiah untuk Rasul dan keluarganya. (al-Bukhari , kitab zakat no. 1398, Muslim, kitab zakat, no. 1787, 1788, al-Darimi, kitab al-thalaq, no. 2187, al-Nasa'i kitab talaq no. 2188, 3393, 3394, 3396, 3399, 3400, buyu no. 4564, Malik, kitab al-thalaq no. 1038,)
Atas semua itu, ada distingsi yang dibuat oleh Rasul ketika menerima hadiah atau sedekah. Ketika tidak ada alasan yang mengharuskan beliau menolak suatu pemberian, maka beliau menerimanya sebagai hadiah. Rasul memang tidak diperbolehkan menerima sedekah. Kejujuran dalam mengemukakan alasan ketika menolak hadiah merupakan salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Setiap aktivitas keseharian umat Islam harus dilandasi oleh kejujuran, baik terhadap diri sendiri atau terhadap orang lain.
Berlaku jujur akan berimplikasi positif dalam semua tingkah laku dan sikap seseorang dan akan dapat menenangkan gejolak yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Dengan kejujuran akan membuahkan transparansi dalam berbagai hal . Sehingga tidak akan memunculkan anggapan negatif atau adanya sikap menduga-duga bagi orang lain. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Rasulullah saw. berikut:
عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُمْ أَنَّهُ أَهْدَى لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِمَارًا وَحْشِيًّا وَهُوَ بِالأَبْوَاءِ أَوْ بِوَدَّانَ فَرَدَّ عَلَيْهِ فَلَمَّا رَأَى مَا فِي وَجْهِهِ قَالَ أَمَا إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلا أَنَّا حُرُمٌ
Artinya: Abdullah bin ‘Abbas dari al-Sha’ab bin Jassamah ketika ia menghadiahkan keledai kepada Rasul, lalu Rasul menolak pemberiannya. Ketika Rasul melihat kekecewaan diwajah Sha’ab, Rasul mengatakan: “sesunggungnya kami tidak menolak hadiahmu, melainkan saya sedang ihram tidak bisa menerima hadiah itu”
( al- Bukhari, Muslim, al-Turmuzi, al-Nasa'i, Ibnu Majah, Malik, al-Muwaththa’ Malik, , Beirut, Dar al-Fikr, al-Darimi,)
Hadis di atas, menyatakan Rasul sangat tanggap dengan perubahan di wajah sahabatnya mengemukakan alasan peneolakan tersebut. Jawaban yang jelas dan taransparan tersebut dapat mendatangkan perasaan lega dan kecewa dan dapat menghilangkan persepsi keliru karena atas dasar menduga-duga sahabat tersebut.

Referensi :
jeffersonsh.blogspot.com/2011/10/apa-itu-gratifikasi.html
enizar-stain.blogspot.com/2009/05/pemberipenerima-hadiah.html

Perawat Berdakwah (obat) Melalui Murottal


Berdasarkan data Depkes RI diketahui 10 penyebab kematian terbanyak penyakit tidak menular sebagai berikut stroke (4,87%), perdarahan intrakranial (3,71%), septisemia (3,18%), gagal ginjal (3,16%), jantung (2,67%), diabetes melitus (2,16%), hipoksia intrauterus (1,95%), radang susunan saraf (1,86%), gagal jantung (1,77%) dan hipertensi (1,62%) (Depkes RI, 2007). Berdasarkan estimasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), secara global lebih dari 500 juta orang mengalami penyakit gagal ginjal kronik. Sekitar 1,5 juta orang harus menjalani hidup bergantung pada cuci darah. Sementara itu, di Indonesia, saat ini terdapat sekitar 70.000 penderita gagal ginjal kronik yang memerlukan cuci darah (Siswono, 2008). Kasus gagal ginjal di Jawa Tengah yang tertinggi adalah kota Surakarta 1497 kasus (25.22 %) dan yang kedua adalah Kabupaten Sukoharjo yaitu 742 kasus (12.50 %) (Dinkes Jateng, 2008).

Tindakan keperawatan untuk menangani masalah kecemasan pasien dapat berupa tindakan mandiri oleh perawat seperti tehnik relaksasi dan distraksi (Potter, 2005). Salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengatasi kecemasan pada pasien adalah dengan murottal (mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an), karena tehnik distraksi merupakan tindakan untuk mengalihkan perhatian seperti mendengarkan musik dan murottal (mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an).

Dia menyarankan untuk memperdengarkan murottal Al-quran kepada setiap pasien rumah sakit. Dia bisa hapal surat-surat, minimal yang ada di Juz ‘Amma meskipun tidak menghapalkannya. Ketika suatu surat mulai dibacakan oleh orang lain, pasien dengan lancar bisa melanjutkan surat itu. Itu dikarenakan perawatnya selalu memasang tape murottal Al-Quran walaupun pasien itu sedang keadaan tertidur. Ternyata alam bawah sadar dirinya, mampu menyaring itu.

Mendengarkan murottal Al-Quran banyak sekali manfaatnya. Bacaan ayat Al-Quran yang merdu mempunyai gelombang yang sama dengan musik klasik Mozart, sehingga bisa menimbulkan relaksasi pada tubuh. Tentunya relaksasi itu bisa menjadi obat dari pada berbagai macam penyakit yang diderita oleh setiap pasien rumah sakit. Manfaatnya akan lebih terasa karena perawat tersebut sudah ikut berkontribusi dalam berdakwah dan mengajarkan Al-Quran kepada setiap pasiennya.

24 Desember 2012

Rektor Harvard Berbicara Masalah Skandal Contek Massal

Rektor Harvard University Drew Faust menyatakan, para atlet bukanlah satu-satunya pihak yang harus disalahkan dalam skandal mencontek terbesar sepanjang sejarah Harvard. Namun, mereka juga tidak boleh diperlakukan berbeda dalam penyelidikan.
rektor harvard -elearning unimed
"Hal ini bukanlah tentang kelompok siswa. Perkara ini juga tidak terbatas pada kelompok siswa tertentu," kata Faust kepada Associated Press, seperti dilansir Huffington Post,Minggu (16/9/2012).

Dalam wawancara perdananya dengan media setelah pihak kampus menemukan bahwa 125 mahasiswa dalam satu kelas dicurigai telah berbagi jawaban dalam sebuah ujian tersebut, Fraust menyatakan, kecurigaan ini telah mengenai inti dari nilai yang sangat berharga bagi Harvard.

Bulan lalu, Harvard mengumumkan bahwa penyelidikan atas kesamaan jawaban ujian di antara lebih dari 100 mahasiswanya sedang berlangsung. Insiden ini terjadi pada ujian akhir semester yang bersifat buka buku dan bawa pulang (take home). Hukum federal melarang sekolah untuk mengidentifikasi siswa yang terlibat, termasuk kelasnya sekalipun. Tetapi publikasi sekolah menyatakan, kelas tersebut adalah mata kuliah "Introduction to Congress", dan beberapa mahasiswa yang terlibat adalah para atlet.

The Harvard College Administrative Board, atau yang populer disebut "Ad Board," menjalankan penyelidikan. Dekan Sekolah Pendidikan Harvard Jay Harris berkata, hasil penyelidikan akan memutuskan kebijakan beragam, mulai dari pembebasan, teguran sederhana, skorsing setahun, hingga penghapusan beasiswa.

"Pilihan ini saya harap dapat membebaskan beberapa mahasiswa," imbuh Faust.

Proses penyelidikan ini, klaim Fraust, sesuai konsistensi Harvard  menjunjung tinggi standar para siswanya.

Koran sekolah, The Harvard Crimson melansir, setidaknya satu siswa telah diberi tahu akan menerima keputusan kampus secepatnya pada November. Tetapi, penjadwalan ini menimbulkan masalah sendiri bagi para atlet, yang dapat kehilangan satu tahun kelayakan jika mereka telah terdaftar di sekolah atau memulai musim pertandingan sebelum mereka mengundurkan diri.

Sports Illustrated melaporkan, wakil kapten tim basket Kyle Casey memutuskan mengundurkan diri ketimbang merisikokan kelayakannya dalam sekolah. Sementara itu, Boston Herald menerbitkan bahwa kapten Brandyn Curry juga memutuskan cuti selama satu tahun.

Dari tahun ke tahun, Harvard didapuk sebagai salah satu institusi akademik terbaik yang dimiliki Amerika Serikat. Sedikitnya selama lima tahun Harvard menempatkan diri sebagai lembaga pendidikan nomor satu versi US News & World Report. Para atlet Harvard juga menanjak pada tangga kepopuleran. Tim sepakbola Harvard memenangi kejuaraan Ivy League tahun lalu, dan tim bola basket pria menembus turnamen bola basket NCAA untuk pertama kalinya dalam 46 tahun.

Dalam pidato penyambutan mahasiswa baru angkatan 2016, Fraust mengingatkan para mahasiswanya bahwa mereka akan meraih keuntungan tidak hanya dari kerja keras mereka di Harvard, tetapi juga dari hasil karyanya itu sendiri.

Fraust menegaskan, tidak ada kompromi akademis yang akan dibuat bagi para atlet. Menurut Fraust, pengalaman mereka di Harvard sebagian besar ditentukan oleh pekerjaan yang mereka lakukan.

"Kesuksesan dan prestasi apa pun yang mereka raih selalu terkait dengan integritas mereka," ujar Fraust tegas.


Team Learning Versus Elearning

Elearning Milaulas

Pengertian "Team learning" bagi peserta didik adalah suatu proses pembelajaran yang lebih menitik beratkan kepada peserta didik untuk mencarikan solusi terhadap suatu permasalahn, yang mebedakannya dengan startegi pembelajaran yang lainnya adalah mereka membentuk Tim Belajar, sehingga masalah yang ditemui peserta didik selama proses pendidikan, dapat diselesaikan bersama "Team Learning". Dengan adanya "Team Learning" selain sebagai tempat untuk berbagi materi, dapat juga sebagai media untuk bersosialisasi dan bermain. Sehingga akan menghidupkan kembali kreativitas dan kepercayaan peserta didik. "Team learning focuses on the ability of a team working together. It involves the interaction of learners with each other learners, and provides tasks to work together when the learning process is ongoing". Maksudnya Tim belajar berfokus pada kemampuan dari sebuah tim bekerja secara bersama. Hal ini melibatkan interaksi peserta didik yang satu dengan peserta didik lainnya, serta memberikan tugas untuk dikerjakan secara bersama-sama ketika proses belajar itu berlangsung.

Hal ini juga akan memungkinkan menjadikan tim sebagai media transfer keterampilan dengan mengamati tindakan dan pemikiran teman tim belajar, sehingga pemecahan masalah dapat dilakukan secara kolektif.
Bagaimana pula dengan elearnig ? Di negara-negara maju sudah banyak sistem pembelajaran yang berlalih ke era digital. Sebahagian mereka tidak lagi menggunakan pembelajaran secara konvensional, baik dari proses pembelajaran sampai kepada proses evaluasi hasil pembelajaran. E-learning mencakup semua bentuk pembelajaran elektronik yang mendukung dalam proses pembelajaran itu sendiri, termasuk Sistem informasi dan komunikasi yang ada di dalamnya, termasuk seluruh multimedia yang ada di dalamnya (Audio, Video dan Audio-Video). Proses pembelajaran ini bisa menggunakan jaringan atau juga tidak karena yang menjadi fungsi utama dari E-learning adalah sebagai media untuk melaksanakan proses pembelajaran yang lebih baik.

E-learning adalah pendigitalisasian proses pembelajaran, bahan pembelajaran sehingga dapat menjadi fungsi transfer keterampilan dan pengetahuan. E-learning meliputi aplikasi dan proses pembelajaran berbasis web, pembelajaran berbasis komputer, pendidikan virtual dan kolaborasi digital. Hal semacam ini diharapkan dapat membuat perbedaan besar dalam proses pendidikan. Secara khusus, peserta didik dapat berinteraksi dengan media baru, dan mengembangkan keterampilan, pengetahuan, persepsi dunia, di bawah pengawasan orang tua dan tenaga pengaja

07 Desember 2012

Guru dan Dosen outsourcing

Elearning Milaulas


Banyak kasus-kasus pidana di dunia pendidikan yang terungkap di media akhir-akhir tahun ini. Dari masalah pidana ringan sampai berat, dari pemukulan siswa, guru dan siswa yang narkoba, arisanPSK dikalangan pelajar dan sampai masalah materi buku ajar yang berbau pornografi. Apakah ini semua benar rekayasa belaka atau hanya kongkalingkong pejabat pendidikan dengan pemerintah setempat, atau bisa jadi mafia pendidikan masuk istana ???


Banyak kejahatan-kejahatan pendidikan yang selama ini selalu di "Tutup Muluti" oleh para pejabat pendidkan itu sendiri, mulai dari tingkat dasar samapai pendidikan tinggi. Hal ini menjadikan si korban lebih banyak menulis dan mengpublish pada berita-berita yang bersifat surat pembaca. Malahan itu semua sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, karena sudah banyak beredar di media cetak maupun elektronik, malahan ada yang sudah sampai ke luar negeri. 

Masalah yang sedang hangat di dunia tenaga kerja seperti Keberadaan sistem "outsourcing (alih daya/kontrak)" ternyata juga dirasakan oleh sebahagian tenaga kependidikan di Indonesia. Hal ini tentu melanggar UU ketenagakerjaan. Bagi instansi pendidikan yang menjadikan sistem outsourcing (alih daya/kontrak) sebagai senjata untuk menekan (under pressure) tenaga administrasi, apalagi tenaga kependidikan banyak mendapat kecaman, terutama dari Organisasi dunia UNESCO. UNESCO adalah Organisasi dunia terbesar yang membahasa mengenai Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.



Tenaga kependidikan tidak bisa disamakan dengan karyawan disebuah perusahaan guru (dosen) memiliki hak istimewa didalam instansi pendidikan, oleh karena mereka memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Dengan maraknya instansi pendidikan menjadikan sistem outsourcing (alih daya/kontrak), maka kita sering mendengar istilah adanya guru kontrak atau dosen kontrak.

30 November 2012

Mencontek itu mematikan kreativitas & kepercayaan diri peserta didik










Banyak hal yang ada di lingkungan peserta didik yang kita kurang peka melihatnya. Salahsatunya yaitu dalam proses evaluasi hasil peserta didik. Evaluasi hasil belajar peserta didik berarti pengumpulan hasil belajar secara  bertahap dan sistematis untuk mengambil sebuah keputusan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri peserta didik dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan tersebut. Proses evaluasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana peserta didik kita paham dan mengerti dengan materi yan telah kita sampaikan. Kebanyakan proses evaluasi yang terjadi kurang memberikan gambaran yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta didik.
Tanpa kita sadari, bahwasanya proses evaluasi yang sering kita lakukan mengakibatkan peserta didik kita menjadi kurang memiliki kepercayaan diri. Menurut Thantaway  (2005:87), Kepercayaan diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Kita bisa buktikan masih banyak peserta didik kita yang tidak memiliki kepercayaan diri di dalam pelaksanaan evaluasi belajar.
Oleh karena hal tersebut, masih banyak peserta didik kita yang masih mencontek ketika diadakannya evaluasi. Peserta didik yang mencontek merupakan peserta didik yang tidak memiliki kepercayaan diri dalam proses evaluasi, dan kebanyakan mereka memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, hal demikian itu sering menutup diri terhadap lingkungannya dan mengakibatkan hilangnya kreativitas diri peserta didik.
Mencontek pada saat ujian bagi sebagian peserta didik merupakan kebiasaan. Kebiasaan buruk tersebut jangan samapai menjadi bagian dari proses pembiaran dalam pendidikan, Tindakan tegas sudah sering dilakukan oleh tenaga pengajar untuk memperingatkan peserta didik yang mencontek. Banyak akibat buruk yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan mencontek. Akibat buruk tersebut diantaranya adalah menurunnya rasa percaya diri dan kreativitas peserta didik. Mencontek akan memberikan efek tidak percaya dengan dirinya sendiri. Dalam melaksanaan evaluasi akan muncul perasaan tidak yakin sehingga selalu ingin melihat orang lain sebagai alat ukurnya. 
Hal ini akan berakibat kepada peserta didik itu sendiri. Peserta didik tidak mau lagi menyelesaikan evaluasi dengan baik dan memilih untuk melihat (Mencontek/bekerja sama) dengan orang lain. Sikap demikian itu akan berbuntut kepada plagiarisme yang memungkinkan tidak akan ada ide-ide orisinil yang keluar dari pemikiran peserta didik sehingga tidak memunculkan kreativitas diri.
Salah satu upaya untuk mengurangi kebiasaan mencontek adalah dengan memberikan sangsi terhadap pencontek. akan tetapi langkah tersebut merupakan langkah sementara Mencontek, apalagi sudah menjadi kebiasaan, penanggulangannya tidak lagi kepada peserta didiknya, akan tetapi bagaimana kita tenaga pengajar atau tenaga kependidikan bisa membuat sebuah sistem pembelajaran, baik dari awal pembelajaran samapai akhir dapat meberikan kontribusi terhadap kebiasanaan negatif ini. Upaya nyata yang bisa dilakukan untuk mencegah peserta didik mencontek ketika diadakannya evaluasi diantaranya adalah dengan membuatkan team learning bagi peserta didik, sehingga masalah yang ditemui peserta didik selama proses pendidikan, dapat diselesaikan bersama "Team Learning". Dengan adanya "Team Learning" selain sebagai tempat untuk berbagi materi, dapat juga sebagai media untuk bersosialisasi dan bermain.Sehingga akan menghidupkan kembali kreativitas dan kepercayaan peserta didik.

17 November 2012

Apa itu WIFI, MIFI, HSDPA, WCDMA sampai EV-DO???

Elearning Milaulas


Wi-Fi menyediakan layanan di rumah pribadi, jalanan besar dan pertokoan, serta ruang publik melalui hotspot Wi-Fi yang dipasang gratis atau berbayar. Organisasi dan bisnis, seperti bandara, hotel, dan restoran, biasanya menyediakan hotspot gratis untuk menarik pengunjung. Pengguna yang antusias atau otoritas yang ingin memberi layanan atau bahkan mempromosikan bisnis di tempat-tempat tertentu kadang menyediakan akses Wi-Fi gratis.

Router yang melibatkan modem jalur pelanggan digital atau modem kabel dan titik akses WI-Fi, biasanya dipasang di rumah dan bangunan lain, menyediakan akses Internet dan antarjaringan ke semua peralatan yang terhubung dengan router secara nirkabel atau kabel. 

Mifi merupakan perpanjangan kecanggihan dari Wifi, dengan adanya MIFI kita bisa membuat titik hotspot dari pancaran modem MIFI kita. Sudah banyak juga sekarang ISP yang menyediakan jaringan yang bisa  MIFI. Apalagi setelah adanya kemunculan MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portabel), pengguna bisa dengan mudah membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri yang terhubung ke Internet melalui jaringan seluler. Sekarang, peralatan Android, Bada, iOS (iPhone), dan Symbian mampu menciptakan koneksi nirkabel. Wi-Fi juga menghubungkan tempat-tempat yang biasanya tidak punya akses jaringan, seperti dapur dan rumah kebun.

Modem kabel memiliki berbagai macam kecepatan jaringan untuk download dan uploud. Mungkin kita sering melihat berbagai macam singkatan yang selalu ada di dalam frontface modem kita, ada jaringan HSDPA, ada jaringan EDGE, ada juga jaringan UMTS, malahan ada juga WCDMA.

Pengertian HSDPA adalah singkatan dari High Speed Downlink Packet Access Pebedaan antara UMTS dengan HSDPA adalah pada kecepatan yang bisa dicapai. Kalau 3G artinya mendukung kecepatan UMTS (Universal Mobile Telecommunications System ) yang hanya bisa maksimum 384kbps. Sedangkan HSDPA secara teori bisa mencapai 3.6Mbps (hampir 10 kali lipat kecepatan maksimal UMTS), HSDPA sering disebut 3,5G (teknologi tiga setengah G) untuk membedakan dari standard 3G sebelumnya. Pengertian HSDPA memungkinkan adanya layanan video streaming, Internet akses yang cepat, dan konferensi video. 

HSDPA merupakan pengembangan dari jaringan W-CDMA yang sudah ada. Sebagai informasi, W-CDMA adalah nama teknologi GSM yang memungkinkan adanya teknologi 3G. Tujuan HSDPA, tak lain, adalah untuk meningkatkan kecepatan maksimal transfer data, kualitas pelayanan, dan efisiensi. Pengertian WCDMA adalah teknologi yang digunakan di GSM (halo, simpati, mentari, xplor dll) sedangkan teknologi untuk mendukung kecepatan tinggi pada jaringan CDMA CDMA (Fren,Esia,Flexi,Starone) namanya EV-DO.

16 November 2012

Mobil Murah Suzuki Alto 800 Pesaing Agya & Ayla

 
Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC (low cost and green car) sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Ada beberapa pabrikan yang siap meramaikan program pemerintah itu, seperti Toyota dan Daihatsu yang lebih dulu memperkenalkan mobil murahnya, yakni Agya dan Ayla.
 
Selain Toyota dan Daihatsu, Nissan, Mitsubishi serta Suzuki juga dipastikan akan turut serta bermain di mobil murah. Tapi ketiga pabrikan ini belum mau membocorkan produk apa yang akan dijadikan mobil murahnya.
 
Untuk Suzuki, ada beberapa kandidat yang siap dijadikan mobil murah, di India sendiri ada beberapa model diantaranya Alto 800, A Star dan Wagon R. Maruti Suzuki di India belum lama ini meluncurkan versi terbaru dari Alto 800 untuk pasar India.
 
Alto 800 ini merupakan mobil murah Suzuki di India yang dibanderol mulai 260/512 Rupee atau setara Rp47 jutaan hingga 377.174 Rupee atau setara Rp68 jutaan.
 
Mobil ini dibekali mesin berkapasitas 800.cc, tiga silinder yang dapat memuntahkan tenaga 48 PS pada 6.000 rpm dan torsi 69 Nm pada 3.500 rpm.
 
Sebelumnya, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia pernah menuturkan ada beberapa calon mobil murah yang akan di ambil dari India. Tapi pihak SIS masih tutup mulut.
 
Namun, apakah Alto 800 generasi terbaru ini akan dijadikan mobil murah Suzuki untuk pasar Indonesia? Kita tunggu saja kabar selanjutnya, yang jelas, pihak SIS masih enggan sesumbar sebelum regulasi LCGC dilahirkan oleh pemerintah Indonesia.





21 Juni 2012

Hidup dengan kekuatan cinta Alloh ...


"Cinta adalah unsur yang meski secara fisik tak tampak, sama nyatanya dengan udara dan air. Cinta merupakan kekuatan yang bertindak, hidup dan bergerak... Cinta bergerak dalam bentuk gelombang dan arus seperti gelombang dan arus samudra" (Prentice Mulford - pengarang pemikiran baru)

Sebagian besar orang yang menjalani keghidupan yang menyenangkan tidak menyadari sepenuhnya apa yang membuat mereka mencapai kedalam hal yang baik dan buruk itu. Didalam buku "Secret the Power" karanganRhonda Byrnedijelaskan Cinta adalah kekuatan utama dalam sumber kehidupan. Kekuatan cinta-lah yang melakukan tarik menarik di dalam kehidupan Anda. Karena cinta bukan hanya perasaan ; cinta adalah kekuatan yang positif.

Banyak penemu di jagad raya ini yang melakukan eksperimen dan penemuannya itu karena kekuatan cinta atas alat yang ditemukannya. Banyak juga kegagalan yang di rasakan setiap manusia yang merasa gagal atas apa yang di lakukannya, karena lemahnya cinta yang diberikan kepada apa yang dilakukannya. 

Cinta adalah kekuatan yang menggerakkan kehidupan Anda

Segala sesuatu yang Anda ingin lakukan atau miliki semua itu berasal dari cinta. Tanpa cinta, Anda tidak bergerak . Saya tidak memaksa Anda semua harus percaya apa yang saya ucapkan, tapi saya yakin 80% pembaca setuju dengan pendapat saya ini. Dan bagi Anda yang tidak sepakat, berikut saya beri pertanyaan yang sangat sederhana untuk Anda : Anda dilahirkan di bumi ini oleh kedua orang tua Anda karena apa? Anda bisa sampai sesukses ini karena apa? apa perlu yang 80% sebagian pembaca ini mengeroyok Anda untuk memaksa Anda agar menjawab bahwa semuanya itu terjadi karena Cinta. hehehe tidak sampai sebegitunya bukan?


Namun bila Anda berdaya terhadap hidup Anda, dan daya itu ada dalam diri Anda, mengapa hidup Anda tidak menakjubkan? mengapa tidak setiap hal dalam hidup Anda ini indah? Mengapa Anda tidak memiliki apa yang semua yang Anda inginkan? itu karena Anda belum memakai cinta dalam kehidupan Anda. Jadi, ciptakanlah cinta, karena sederhananya cinta itu sangat gampang diciptakan, yang sulit adalah memelihara dan menjaga kekuatan cinta itu. 

Cinta Juga Punya Hukum

Alam semestinya diatur oleh hukum hukum alam.  Makhluk dimuka bumi ini hidup karena hukum alam, benda bergerak karena hukum alam. Tanpa Anda sadari bahwasanya ALLAH.SWT yang memberikan hukum alam itu di bumi ini karena kekuatan cinta ALLAH. SWT terhadap makhluknya. Sama seperti hukum hukum fisika yang mengatur penerbangan, listrik, dan gravitasi. Dan adapula hukum yang mengatur Cinta, karena semua itu punya hukumnya.

Mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil, hukum hukum cinta lah yang membesarkan dan mengecilkan segala hal dalam kehidupan Anda. Semakin besar cinta yang Anda keluarkan semakin besar juga pengaruh dan hal positif yang Anda dapat untuk hal tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, semakin tidak ada nya cinta dalam hal apapun yang Anda lakukan semakin buruklah kehidupan Anda.
Cinta terbesar

Saya bukanlah seseorang yang banyak pahalanya, tapi saya sangat gemar mencari pahala, hehehe. Dengan keterbatasan ilmu dan kerendahan hati saya, saya akan memaparkan bahwa kekuatan cinta terbesar terletak pada sang pencipa langit dan bumi ALLAH.SWT,  Anda diciptakan tidak lain adalah untuk menyembah ALLAH SWT, dan dari ALLAH SWT lah Anda akan menemukan cinta terbesar. Cintailah segala sesuatu itu karena ALLAH.SWT, agar Anda menemukan keberkahan dan kemuliaan dari ALLAH SWT. Karena ALLAH SWT - lah yang meninggikan derajat Anda.

Demikianlah arti kekuatan cinta yang bisa saya paparkan pada Artikel saya kali ini. Saya rasa cukup sampai disini teman-teman dapat memaklumi saya sebagai manusia biasa yang masih keterbatasan ilmu dan butuh banyak belajar dari teman-teman semua.


[Sumber : Fachremy Putra]

Tulisan Lainnya