Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

03 April 2012

Pembelajaran elearning dengan aplikasi Moodle.


Penerapan elearning, merupakan kebutuhan yang tidak dapat dielakkan lagi di dalam sebuah sistem pembelajaran saat ini, fokus pembelajaran elearning diantaranya untuk pembelajaran online, pembelajaran jarak jauh, pembelajaran dengan telecomprence dan pembelajaran berbasis web, yang orientasiya besar terutama di perguruan tinggi. Sebaiknya dalam satu perguruan tinggi, ada beberapa situs elearning di masing-masing fakultas, hal ini dinilai sangat membantu didalam mencapai tujuan proses pembelajaran. Dengan adanya dukunan media yang berupa digitalisasi materi atau bahan ajar. Kenberadaan situs pembelajaran online pada masa sekarang ini bukanlah sesuatu yang aneh dan jarang, apalagi untuk menciptakan dan mengelola sebuah web pembelajaran online sangatlah mudah dengan memanfaatkan modul-modul yang telah banyak pakar teknologi pendidikan kembangkan, salah satunya adalah modul Content Management Service (CMS). Modul ini adalah yang sangat mudah untuk diinstalasi pembelajaran berbasis web, modul ini salah satunya mengguanakan aplikasi yang dikelola seperti Moodle. Elearning memberikan bebrbagai bentuk kemudahan bagi pembelajar dalam memperoleh bahan ajar atau sumber belajar sebagai referensi informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran yang memiliki mutu langsung dengan keadaan sehari-hari. Dari berbagai sumber mengatakan bahwasanya seperti pengajar, para ahli/pakar, atau nara sumber lainnya dalam menyampaikan informasi pembelajaran akan lebih fokus jika dibantu dengan keberadaan sebuah media. Selain itu, dengan adanya media memberikan kesempatan juga kepada para audience pembelajar untuk lebih peka dan kritis dalam meganalisis berbagi permasalah kompleks yang ada di dalam materi pembelajaran, karena sesungguhnya isi materi pembelajaran yang disajikan oleh pengajar bisa dikomentari atau diberi tanggapan secara langsung dan tidak langsung. Tanggapan langsung bisa diberikan langsung pada halaman komentar dan tanggapan, sedangkan tangpan tidak langsung akan berdampak pada keseharian dan perubahan sikap atau tingkah laku peserta didik di kemudian harinya. Peserta didik juga bisa memberikan apresiasi atau persepsinya dengan membuat tulisan khusus berkaitan dengan materi pembelajaran atau materi lain yang tidak mereka mengerti dan dapat dibahas dan dianalisis secara bersama-sama, baik dengan dosen maupun peserta didik lainnya.

Dengan demikian, elearning mampu mengembangkan cara belajar mandiri sehingga dapat membentuk sikap kemandirian dan daya kritis dari pembelajar. Para pembelajar dituntut untuk mencari referensi lain dari internet atau sumber lainnya, karena selain materi pembelajaran yang dipelajari dalam cakupan materi peserta didik juga dapat menemukan berita-berita aktual yang berhubungan dengan kehidupan kesehariannya. Secara mandiri dengan mengakses internet, peserta didik juga memperoleh banyak informasi dan ilmu pengetahuan penting dan bermanfaat dalam waktu yang singkat, kapan saja dan di mana saja dengan bergabung di berbagai forum-forum diskusi pendidikan. Forum ini bisa disediakan langsung dari pembelajaran berbasis web atau juga merekomendasikan kepada forum-forum berita pendidikan yanglebih aktual seperti bergabung di  kompas news, metro tv news dan viva new. Namun perlu pula diperhatikan dalam memperoleh informasi itu hendaknya tidak melakukan plagiat atau penciplakan secara langsung, karena hak cipta penulis data atau berita merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang wajib dihargai secara nyata. Banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam mencuri hasil intelektual orang lain, oleh karena hal itu, pengawasan yang ketat dari dosen atau pendidik sangat diperlukan agar mengurangi dampak negatif dari tindakan plagiarisme, seperti berkurangnya daya kreatifitas berfikir dan menganalisis para pembelajar atau peserta didik.

Salah satu aplikasi elearning yang akan dikembangkan adalah aplikasi elearning yang berbasis open source. Open source yang digunakan adalah aplikasi Moodle. Moodle adalah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. Moodle pertama kali dikembangkan oleh Martin Dogiamas yang mempertahankan Moodle sebagai paket software elearning yang free (gratis) dan opensource (terbuka source programnya). Moodle terus mengembangkan rancangan sistem dan desain user interface setiap minggunya (up to date). Oleh karena itu, Moodle tersedia dan dapat digunakan secara bebas sebagai produk open source. Sistem elearning berbasis open source Moodle yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja pengajar dan pemahaman pembelajar terhadap materi pembelajaran. Istilah Moodle singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek atau merupakan paket lingkungan pendidikan berbasis web yang dinamis dan dikembangkan dengan konsep berorientasi objek. 

Kelebihan-kelebihan dari pembelajarna berbasis webs dengan aplikasi Moodle, antara lain:

  1. Penggunaannya tepat untuk kelas online.
  2. Hasil belajarnya relatif sama baiknya dengan belajar secara langsung tatap muka dengan pengajar.
  3. Pengajar mempunyai hak istimewa, yaitu dapat mengubah (memodifikasi) materi pembelajaran. Pengajar dapat mengatur pelajaran, termasuk melarang pengajar yang lain memberikan pelajaran. Selain itu, dapat memilih bentuk atau metode pembelajaran seperti berdasarkan mingguan, berdasarkan topik atau bentuk diskusi.
  4. Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, sehingga mudah, relatif murah, dan efisien.
  5. Programnya mudah diinstal.
  6. Programnya cukup satu database yang diperlukannya.
  7. Pelajaran dilengkapi dengan tampilan penjelasan. Selain itu, pelajaran dapat dipilah menjadi beberapa kategori dan dapat mendukung banyak pelajaran.


REFERENSI TULISAN :

Anderson, T. (2008). The Theory and Practice of Online Learning. Second Edition. AU Press Canada.

Ally, M. (2008). “Foundation of educational Theory for Online Learning”, in The Theory and Practice of Online Learning. Secon Edition By Terry Aderson, AU Press Canada.

Hasbullah. (2006). Implementasi Elearning dalam Pengembangan Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Proceeding-SNPTE 2006. Yogyakarta

23 November 2011

Masih Bingung Membedakan Tujuan, Model, Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Taktik Pembelajaran ???


Ada terdapat tiga komponen utama di dalam setiap pembelajaranr, yaitu : Tujuan Pembelajaran, Proses Pembelajaran, dan Evaluasi Pembelajaran. Untuk saat ini kita fokus membahas Proses pembelajaran. Sebelum kita membahas mengenai apa saja yang ada di dalam sebuah proses pembelajaran. Marilah kita bahas sebentar mengenai pengertian tujuan pembelajaran, proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.
Tujuan Pembelajaran adalah sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar yang akan dilakukan oleh guru, Proses Pembelajaran adalah pendekatan/strategi/metode/teknik/taktik yang tersistematiskan ke dalam sebuah model untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Evaluasi Pembelajaran adalah alat ukur untuk mengukur dan menilai apakah Tujuan Pembelajaran dan Proses Pembelajaran yang sudah dilakukan sudah tercapai dan sudah tepat sasaran. Ketiga komponen ini saling terkait dansaling mendukung satu sama lainnya.

Di atas sudah tergambarkan bahwasanya yang termasuk komponen proses pembelajaran adalah Pendekatan Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Teknik Pembelajaran, Taktik Pembelajaran, yang kemudian disatukan ke dalam sebuah model yang sering dinamakan dengan Model Pembelajaran. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu.

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. Untuk lengkapnya sebuah model pembelajaran itu terdiri dari :

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien setelah ditentukan pendekatan yang digunakan. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana strategi yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Teknik Pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Taktik Pembelajaran adalah gaya cara seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya lebih kepada self skill. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah dengan teknik-teknik mereka sendiri, andaukan guru yang satu tekniknya pembentukan kelompok ganjil dan guru yang kedua teknik pembentukan kelompok genap. Taktik yang digunakan guru pertama dengan bermain dengan nomor absen siswa, sedangkan taktik guru kedua dengan cara acak bola bernomor(undi). Jadi intinya teknik dan taktik itu lebih kepada pengembangan dari metode pembelajaran yang kita terapkan.

Mudah-mudahan penjelasan yang telah dipaparkan di atas dapat memberikan sedikit rongga berfikir mengenai pelaksanaan pembelajaran dan juga menghilangkan kebingungan terhadap perbedaan makna istilah-istilah dalam pembelajaran.


Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting