
Sejumlah siswa dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo, yang
terlibat dalam pembuatan mobil Kiat Esemka, mengaku bangga setelah karya
mereka digunakan sebagai kendaraan dinas Walikota Solo, Joko Widodo,
dan wakilnya.
"Saya sangat bangga sekali dan luar biasa karena
kami bisa membuat mobil," kata Rimba Setiadi, siswa kelas XII Jurusan
Otomotif SMK Warga Surakarta yang turut membuat mobil Kiat Esemka
kepada VIVAnews.com, Selasa, 3 Januari 2012.
Dalam
proses produksi mobil Kiat Esemka, Rimbawan mengaku mendapat bagian
merakit mesin dan memasang interior mobil. Selain itu, juga memasang
kelengkapan roda seperti sasis. "Kami yang merakit mesin karena blok
mesin sudah dicor di Klaten," jelas dia.
Rimbawan mengatakan
bahwa mobil yang mereka hasilkan itu tidak kalah dengan mobil buatan
Eropa dan Jepang, selain lebih nyaman, mobil tersebut tetap stabil saat
dipacu dengan kecepatan tinggi. "Inilah produk dari teman-teman SMK.
Kami cukup bangga dan senang," ucapnya.
Hal senada diungkapkan
oleh Madi, salah satu siswa SMKN 2 Surakarta yang juga ikut membuat
mobil itu. Dia juga merasa bangga karena Indonesia berhasil membuat
mobil sendiri. "Awalnya tidak percaya kalau kita bisa membuat mobil,"
ujar dia.
Bahkan, kebanggaan Madi lebih bertambah ketika mobil
tersebut digunakan sebagai mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota Solo.
"Sangat puas sekali," katanya.
Dalam proses pembuatan tersebut,
Madi bersama lima teman sekolahnya mendapat jatah menggarap body, bumper
dan pintu mobil. "Kita mendapat bagian membentuk plat-plat untuk bagian
body mobil," kata Madi.
Sukses siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ternyata tak hanya di
bidang otomotif saja. Selain mobil merek Kiat Esemka, mereka juga mampu
merakit dan membuat komputer personal.
"Jadi bukan hanya mobil
Kiat Esemka saja yang dihasilkan tapi juga Laptop Esemka," kata Staf
Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi kepada VIVAnews.com, Selasa 3 Januari 2012.
Menurut
dia, kecanggihan laptop dan komputer buatan siswa SMK Indonesia itu tak
kalah dengan buatan pabrik. Laptop-laptop Esemka itu telah berhasil
dirakit oleh siswa SMK di sejumlah daerah. "Ada di Cikarang, Surabaya,
Jawa Tengah juga ada. Banyak, saya lupa nama SMK-nya," kata dia.
Sama
halnya dengan produksi mobil Kiat Esemka yang 80 persen menggunakan
komponen lokal, Laptop Esemka juga diupayakan menggunakan komponen
lokal. "Namun tidak dipungkiri sebagian komponen kita masih berasal dari
luar," ujar Sukemi.
"Untuk laptop kita kerjasama dengan salah satu vendor, nanti namanya menjadi misalnya, Lenovo Esemka."
Dia
menambahkan, program-program keahlian di SMK memang menjadi perhatian
Kemendikbud. Siswa SMK diberi keahlian khusus supaya nantinya siap
terjun di dunia kerja setelah lulus. Kemendikbud, kata dia, akan terus
menerapkan program keahlian untuk siswa SMK itu.
"Program ini akan terus menerus dikembangkan, karena program ini mengenalkan sisi riil yang akan dihadapi oleh siswa. Namanya link and match, untuk keahlian. Itu tuntutan," kata Sukemi.
[Source http://vivanews.com]