Reseller hosting
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan

16 November 2012

Mobil Murah Suzuki Alto 800 Pesaing Agya & Ayla

 
Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC (low cost and green car) sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Ada beberapa pabrikan yang siap meramaikan program pemerintah itu, seperti Toyota dan Daihatsu yang lebih dulu memperkenalkan mobil murahnya, yakni Agya dan Ayla.
 
Selain Toyota dan Daihatsu, Nissan, Mitsubishi serta Suzuki juga dipastikan akan turut serta bermain di mobil murah. Tapi ketiga pabrikan ini belum mau membocorkan produk apa yang akan dijadikan mobil murahnya.
 
Untuk Suzuki, ada beberapa kandidat yang siap dijadikan mobil murah, di India sendiri ada beberapa model diantaranya Alto 800, A Star dan Wagon R. Maruti Suzuki di India belum lama ini meluncurkan versi terbaru dari Alto 800 untuk pasar India.
 
Alto 800 ini merupakan mobil murah Suzuki di India yang dibanderol mulai 260/512 Rupee atau setara Rp47 jutaan hingga 377.174 Rupee atau setara Rp68 jutaan.
 
Mobil ini dibekali mesin berkapasitas 800.cc, tiga silinder yang dapat memuntahkan tenaga 48 PS pada 6.000 rpm dan torsi 69 Nm pada 3.500 rpm.
 
Sebelumnya, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia pernah menuturkan ada beberapa calon mobil murah yang akan di ambil dari India. Tapi pihak SIS masih tutup mulut.
 
Namun, apakah Alto 800 generasi terbaru ini akan dijadikan mobil murah Suzuki untuk pasar Indonesia? Kita tunggu saja kabar selanjutnya, yang jelas, pihak SIS masih enggan sesumbar sebelum regulasi LCGC dilahirkan oleh pemerintah Indonesia.





04 Januari 2012

Alhamdulillah, Kiat Esemka Anak Bangsa Berhasil Ciptakan Mobil dan Laptop Seharga 95 Juta dan 1 Jutaan


Sejumlah siswa dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo, yang terlibat dalam pembuatan mobil Kiat Esemka, mengaku bangga setelah karya mereka digunakan sebagai kendaraan dinas Walikota Solo, Joko Widodo, dan wakilnya.

"Saya sangat bangga sekali dan luar biasa karena kami bisa membuat mobil," kata Rimba Setiadi, siswa kelas XII Jurusan Otomotif  SMK Warga Surakarta yang turut membuat mobil Kiat Esemka kepada VIVAnews.com, Selasa, 3 Januari 2012.

Dalam proses produksi mobil Kiat Esemka, Rimbawan mengaku mendapat bagian merakit mesin dan memasang interior mobil. Selain itu, juga memasang kelengkapan roda seperti sasis. "Kami yang merakit mesin karena blok mesin sudah dicor di Klaten," jelas dia.

Rimbawan mengatakan bahwa mobil yang mereka hasilkan itu tidak kalah dengan mobil buatan Eropa dan Jepang, selain lebih nyaman, mobil tersebut tetap stabil saat dipacu dengan kecepatan tinggi. "Inilah produk dari teman-teman SMK. Kami cukup bangga dan senang," ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Madi, salah satu siswa SMKN 2 Surakarta yang juga ikut membuat mobil itu. Dia juga merasa bangga karena Indonesia berhasil membuat mobil sendiri. "Awalnya tidak percaya kalau kita bisa membuat mobil," ujar dia.

Bahkan, kebanggaan Madi lebih bertambah ketika mobil tersebut digunakan sebagai mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota Solo. "Sangat puas sekali," katanya.

Dalam proses pembuatan tersebut, Madi bersama lima teman sekolahnya mendapat jatah menggarap body, bumper dan pintu mobil. "Kita mendapat bagian membentuk plat-plat untuk bagian body mobil," kata Madi.

Sukses siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ternyata tak hanya di bidang otomotif saja. Selain mobil merek Kiat Esemka, mereka juga mampu merakit dan membuat komputer personal.

"Jadi bukan hanya mobil Kiat Esemka saja yang dihasilkan tapi juga Laptop Esemka," kata Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi kepada VIVAnews.com, Selasa 3 Januari 2012.

Menurut dia, kecanggihan laptop dan komputer buatan siswa SMK Indonesia itu tak kalah dengan buatan pabrik. Laptop-laptop Esemka itu telah berhasil dirakit oleh siswa SMK di sejumlah daerah. "Ada di Cikarang, Surabaya, Jawa Tengah juga ada. Banyak, saya lupa nama SMK-nya," kata dia.

Sama halnya dengan produksi mobil Kiat Esemka yang 80 persen menggunakan komponen lokal, Laptop Esemka juga diupayakan menggunakan komponen lokal. "Namun tidak dipungkiri sebagian komponen kita masih berasal dari luar," ujar Sukemi. "Untuk laptop kita kerjasama dengan salah satu vendor, nanti namanya menjadi misalnya, Lenovo Esemka."

Dia menambahkan, program-program keahlian di SMK memang menjadi perhatian Kemendikbud. Siswa SMK diberi keahlian khusus supaya nantinya siap terjun di dunia kerja setelah lulus. Kemendikbud, kata dia, akan terus menerapkan program keahlian untuk siswa SMK itu.

"Program ini akan terus menerus dikembangkan, karena program ini mengenalkan sisi riil yang akan dihadapi oleh siswa. Namanya link and match, untuk keahlian. Itu tuntutan," kata Sukemi.


[Source http://vivanews.com]

Jasa Web Murah

Reseller hosting

Kabar UPI

Reseller hosting
Reseller hosting
Reseller hosting